Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Proyek Beranggaran Rp231,8 Miliar APBN Bermasalah, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Pontianak Tuntut Hak Gaji

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 25 Oktober 2026 · 17:261 menit baca
Proyek Beranggaran Rp231,8 Miliar APBN Bermasalah, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Pontianak Tuntut Hak Gaji
Pekerja menyelesaikan pengerjaan fisik bangunan proyek Sekolah Rakyat di Gang Flora, Batulayang, Pontianak Utara, Sabtu (24/10/2026). Di tengah pengerjaan proyek beranggaran Rp231,8 miliar dari APBN tersebut, sebanyak 300 pekerja menuntut pelunasan tunggakan upah senilai Rp2,2 miliar. (Dok. HO/TNP)

Sebanyak 300 pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Gang Flora, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, menggelar aksi unjuk rasa menuntut pelunasan tunggakan upah senilai Rp2,2 miliar pada Sabtu (24/10/2026).

Aksi unjuk rasa ini menyoroti ketimpangan tata kelola proyek beranggaran Rp231,8 miliar dari APBN tersebut.

Para pekerja mengaku hanya disodori janji pembayaran berulang yang terus diundur tanpa kepastian konkret, di tengah pengerjaan fisik bangunan yang tetap berjalan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pekerja, Sugiyanto, menyuarakan kekecewaannya atas pengabaian hak dasar para buruh di tengah proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

Cegah Cyberbullying pada Anak, Dosen FISIP Untan Latih Orang Tua Tuli Operasikan Fitur Keamanan Gadget
Baca Juga

Cegah Cyberbullying pada Anak, Dosen FISIP Untan Latih Orang Tua Tuli Operasikan Fitur Keamanan Gadget

“Kami merasa diberikan janji palsu oleh pihak WIKA. Kami datang ke sini untuk menuntut gaji kami yang tak kunjung diselesaikan. Totalnya Rp2,2 miliar untuk 300 orang pekerja,” kata Sugiyanto.

Sugiyanto membeberkan bahwa ketidakpastian ini dipicu oleh simpang siurnya informasi internal manajemen. Keterangan staf teknis di lapangan yang menyebutkan dana upah telah tersedia berbenturan dengan pihak kantor manajemen yang menyatakan anggaran belum dicairkan.

“Pihak lapangan mengatakan gaji kami sudah ada. Tetapi setelah kami konfirmasi ke kantor, ternyata belum ada. Pihak kantor mengatakan gaji kami belum cair dan kami hanya diminta menunggu. Informasi seperti ini terus berbeda. Sampai kapan kami harus menunggu?” ujar Sugiyanto.

Sikap saling lempar informasi ini memicu kritik publik terkait transparansi pencairan anggaran proyek strategis bidang pendidikan di Kalimantan Barat tersebut.

Fisip Untan Gelar Pelatihan Digital Parenting Inklusif Bagi Orang Tua Tuli di Pontianak
Baca Juga

Fisip Untan Gelar Pelatihan Digital Parenting Inklusif Bagi Orang Tua Tuli di Pontianak

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) belum memberikan tanggapan resmi maupun klarifikasi publik terkait tuntutan para pekerja.

(Hendra)