Sab, 01/08/26 · 02.42.20
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Dorong Penguatan Inklusi Keuangan untuk Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan

Memei
Memei
Sabtu, 1 Agustus 2026 · 08:072 menit baca
Pemkot Pontianak Dorong Penguatan Inklusi Keuangan untuk Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan inklusi keuangan daerah melalui TPAKD yang berdampak langsung bagi pelajar, UMKM, dan pekerja rentan. (Dok. Adpim Kalbar)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa penguatan inklusi keuangan di Kota Pontianak harus memberikan dampak langsung bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Langkah perluasan akses keuangan daerah difokuskan pada kebiasaan menabung pelajar, dorongan UMKM untuk naik kelas, hingga pemberian jaminan sosial bagi pekerja sektor rentan.

Kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak yang dibentuk sejak 2020 mencatatkan realisasi program kerja secara agregat sebesar 145,74 persen pada 2025.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong perluasan akses keuangan secara lebih nyata dan terukur,” kata Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri asesmen TPAKD Award Tahun 2026 di Pontive Center, Jumat, (31/7/2026) sore.

Sekolah Rakyat Pontianak Tampung 270 Anak Kurang Mampu untuk Jenjang SD hingga SMA
Baca Juga

Sekolah Rakyat Pontianak Tampung 270 Anak Kurang Mampu untuk Jenjang SD hingga SMA

Peningkatan signifikan tercatat dalam program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), dengan jumlah tabungan melonjak dari 107.121 rekening pada 2023 menjadi 167.210 rekening di akhir 2025.

Total nominal tabungan siswa turut mengalami pertumbuhan dari Rp20,18 miliar menjadi Rp31,74 miliar, yang diikuti dengan penurunan angka persentase rekening tidak aktif (dormant) menjadi 19,74 persen.

Edukasi finansial di tingkat sekolah turut dipacu secara kreatif melalui program Tabungan dari Barang Bekas (TABUNGKU) serta seni tradisi tundang Melayu.

Selain sektor pendidikan, TPAKD memprioritaskan perlindungan bagi pekerja informal melalui kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan yang tumbuh 69,13 persen dalam kurun waktu tiga tahun.

Pontianak Berada Dalam Status ‘Sedang’ Polusi PM2.5 Merayap Naik ke Angka 85 Pagi Ini
Baca Juga

Pontianak Berada Dalam Status ‘Sedang’ Polusi PM2.5 Merayap Naik ke Angka 85 Pagi Ini

“Pada 2025, sebanyak 6.489 peserta terlindungi melalui dukungan APBD,” tambah Edi.

Upaya digitalisasi transaksi bisnis UMKM juga terus menunjukkan perkembangan positif dengan bertambahnya jumlah merchant QRIS hingga mencapai 186.753 unit pada 2025.

Pemerintah kota juga mengoptimalkan Elektronifikasi Pendapatan Online Terintegrasi (e-Ponti) untuk mempermudah alur pembayaran pajak serta retribusi daerah secara nontunai.

“Pada 2025, penerimaan melalui QRIS retribusi tercatat Rp493,33 juta dan turut mendorong pendapatan sektor retribusi sebesar Rp29,32 miliar,” jelasnya.

Rentetan capaian akselerasi transaksi digital tersebut mengantarkan Pemkot Pontianak memboyong empat penghargaan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.

Isi Jabatan Kosong dan Evaluasi, Pemkot Pontianak Rotasi Sejumlah Pejabat
Baca Juga

Isi Jabatan Kosong dan Evaluasi, Pemkot Pontianak Rotasi Sejumlah Pejabat

Perluasan kolaborasi antarinstansi diharapkan terus terjaga demi mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat yang mandiri dan inklusif.

“Tujuan akhirnya adalah masyarakat lebih berdaya. Pelajar cerdas finansial, UMKM naik kelas, pekerja rentan terlindungi, dan ekonomi kota semakin kuat,” pungkas Edi.

(Memei)