Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Raih Indeks Kualitas Data ASN Tertinggi Kanreg V BKN

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 8 Agustus 2026 · 10:292 menit baca
Pemkot Pontianak Raih Indeks Kualitas Data ASN Tertinggi Kanreg V BKN
Pemkot Pontianak raih peringkat pertama Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) Kanreg V BKN Semester I 2026 dengan skor 99,98 untuk perkuat manajemen ASN. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mencatatkan capaian tertinggi Indeks Kualitas Data Aparatur Sipil Negara (IKADA) se-wilayah kerja Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Semester I Tahun 2026 dengan nilai 99,98, Sabtu, (8/3/2026).

Pencapaian tersebut menempatkan Kota Pontianak di posisi pertama dari sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan Barat dan Lampung.

Akurasi data kepegawaian dinilai menjadi elemen vital dalam mendukung efektivitas layanan manajemen ASN serta perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Lima Qori-Qoriah Pontianak Harumkan Nama Kalbar di MTQ Nasional 2026
Baca Juga

Lima Qori-Qoriah Pontianak Harumkan Nama Kalbar di MTQ Nasional 2026

“Data ASN yang akurat, lengkap, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan sangat penting untuk mendukung kelancaran layanan manajemen ASN,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Sabtu, (8/3/2026).

Pengukuran IKADA sendiri mencakup empat dimensi utama, yakni kelengkapan, ketepatan waktu, keakuratan, dan konsistensi data yang tersimpan di dalam sistem kepegawaian.

Penataan basis data terpadu tersebut ditegaskan berpengaruh langsung terhadap pemetaan kebutuhan pegawai hingga percepatan administrasi publik.

“Kalau data ASN tertata baik, maka pelayanan kepegawaian juga semakin cepat dan akurat. Dampaknya, aparatur bisa bekerja lebih optimal dalam melayani masyarakat,” kata Edi.

Atasi Intrusi Air Laut, Pemkot dan Perumda Tirta Khatulistiwa Pasok Air Tawar Gunakan Tongkang
Baca Juga

Atasi Intrusi Air Laut, Pemkot dan Perumda Tirta Khatulistiwa Pasok Air Tawar Gunakan Tongkang

Pembaruan data secara berkala meliputi identitas, pangkat, posisi jabatan, riwayat pendidikan, pelatihan, hingga kualifikasi kompetensi pegawai.

Kedisiplinan tiap instansi dalam memperbarui data dinilai menjadi syarat mutlak agar tidak mengganggu hak administrasi pegawai seperti mutasi maupun kenaikan pangkat.

“Karena itu, setiap perangkat daerah harus disiplin memperbarui data pegawainya. Jangan sampai ada data yang tidak lengkap, tidak sesuai, atau terlambat diperbarui,” tegasnya.

Berdasarkan data Kanreg V BKN, Kota Pontianak memimpin dengan skor 99,98, disusul Kabupaten Sambas (99,96), Kabupaten Mempawah (99,79), Provinsi Lampung (99,65), dan Kabupaten Bengkayang (99,60).

Penguatan birokrasi profesional berbasis data digital disebut akan terus dipertahankan untuk menjamin kualitas pelayanan publik yang optimal.

“Data yang baik akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat. Ini bagian dari reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang harus terus kita perkuat,” jelas Edi.

Pemkot Pontianak Pasok 5 Juta Liter Air Tawar untuk Warga Pontianak Timur
Baca Juga

Pemkot Pontianak Pasok 5 Juta Liter Air Tawar untuk Warga Pontianak Timur

Langkah koordinasi dan ketelitian antar-perangkat daerah terus dipacu agar integrasi data kepegawaian di lingkungan Pemkot Pontianak tetap mutakhir secara berkelanjutan.

“Capaian ini harus kita pertahankan. Yang paling penting, data ASN yang berkualitas harus berdampak pada pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat Kota Pontianak,” tutupnya.

(Dayank Ana)