Memasuki hari kedua pemusatan latihan pada Selasa (15/9/2026), tim nasional bulutangkis Indonesia langsung mematangkan variasi taktik dengan menggelar latih tanding melawan NTT East Badminton Club di Tokyo guna menghadapi persaingan ketat Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Latih tanding ini bukan sekadar pemanasan fisik biasa, melainkan langkah strategis tim pelatih untuk membiasakan para atlet memecahkan kebuntuan melawan pola permainan yang tidak tertebak. Mengingat ajang beregu akan segera bergulir pada 20 September mendatang, tim Indonesia tidak ingin membuang waktu hanya dengan berlatih di lingkaran internal.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, secara kritis menilai agenda ini sebagai simulasi krusial yang menyajikan tekanan layaknya pertandingan sesungguhnya.
“Dengan sparing bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif. Karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari ya,” tegas Antonius.

