Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Timnas Bulutangkis Asah Variasi Taktik Lawan Klub Jepang Hadapi Asian Games 2026

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 17 September 2026 · 21:462 menit baca
Timnas Bulutangkis Asah Variasi Taktik Lawan Klub Jepang Hadapi Asian Games 2026
Timnas bulutangkis Indonesia latih tanding lawan NTT East di Tokyo; pelatih Antonius Budi matangkan variasi taktik jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Dok. PBSI)

Memasuki hari kedua pemusatan latihan pada Selasa (15/9/2026), tim nasional bulutangkis Indonesia langsung mematangkan variasi taktik dengan menggelar latih tanding melawan NTT East Badminton Club di Tokyo guna menghadapi persaingan ketat Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Latih tanding ini bukan sekadar pemanasan fisik biasa, melainkan langkah strategis tim pelatih untuk membiasakan para atlet memecahkan kebuntuan melawan pola permainan yang tidak tertebak. Mengingat ajang beregu akan segera bergulir pada 20 September mendatang, tim Indonesia tidak ingin membuang waktu hanya dengan berlatih di lingkaran internal.

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, secara kritis menilai agenda ini sebagai simulasi krusial yang menyajikan tekanan layaknya pertandingan sesungguhnya.

“Dengan sparing bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif. Karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari ya,” tegas Antonius.

Taklukkan Rekan Senegara, Dejan dan Apri Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026
Baca Juga

Taklukkan Rekan Senegara, Dejan dan Apri Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026

Ia tidak menampik bahwa kemampuan adaptasi taktik di lapangan akan menjadi kunci keberhasilan skuad Merah Putih

“Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda,” lanjut Antonius.

Khusus untuk sektor ganda putra yang memboyong lima amunisi, tim pelatih menitikberatkan pada strategi bongkar-pasang pemain agar tidak mudah terbaca oleh lawan. Antonius memastikan skuadnya tidak kekurangan opsi dan siap diturunkan dalam format apa pun.

“Dari sejak di Indonesia sudah dibiasakan, lima pemain ini kami putar dengan pasangan yang berbeda. Saya rasa persiapan sudah matang banget ya, tinggal lihat nanti ketemu siapa, kebutuhannya bagaimana,” terangnya merinci kesiapan tim.

Sukses Gelar Indonesia Masters 2026, Pontianak Bidik Seri Internasional Lebih Tinggi
Baca Juga

Sukses Gelar Indonesia Masters 2026, Pontianak Bidik Seri Internasional Lebih Tinggi

Di sisi lain, aura kompetitif yang positif juga diserap oleh sektor ganda putri. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum memandang latih tanding ini sebagai momentum penting untuk membongkar gaya permainan ngotot khas pebulutangkis tuan rumah.

“Seru tadi bisa latih tanding dengan ganda-ganda Jepang. Biasanya jadi lawan tapi hari ini bisa latihan bersama. Positif sekali hawanya dan ada suasana baru,” ungkap Rachel.

Senada dengan rekannya, Febi menyoroti keunggulan fisik dan daya juang wakil Jepang yang menjadi tolok ukur berharga bagi pertahanan mereka. Sparing ini menjadi esensial karena mempertemukan mereka dengan pemain reguler BWF World Tour.

“Ganda Jepang terkenal ulet dan tenaganya cukup kencang, tadi juga ada Hinata Suzuki/Nao Yamakita yang sudah sering ikut World Tour Series. Ini jadi tambahan modal kami ke Asian Games nanti,” timpal Febi.

Tampil sebagai debutan di multievent empat tahunan Asia ini sama sekali tidak membuat nyali Rachel/Febi menyusut. Kegagalan di turnamen sebelumnya justru dirombak menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali mengulangi kesalahan fatal di lapangan.

“Hasil dari Kejuaraan Dunia jadi evaluasi bagi kami. Di sini kami harus lebih maksimal, tidak mau kalahnya ditingkatkan lagi. Senang bisa dipercaya main Asian Games,” pungkas Febi yang langsung diamini oleh Rachel.

Last Man Standing Indonesia Yeremia dan Patra Runner Up Indonesia Masters S100 2026
Baca Juga

Last Man Standing Indonesia Yeremia dan Patra Runner Up Indonesia Masters S100 2026

Adapun perhelatan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 secara resmi akan dibuka pada 19 September mendatang. Cabang olahraga bulutangkis dijadwalkan memperebutkan medali nomor beregu pada 20-24 September, lalu dilanjutkan dengan nomor perorangan pada 25-29 September.

(Hendrawan)