Rab, 12/08/26 · 07.23.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pertengahan Agustus Belum Bebas Asap Kualitas Udara Memburuk Ancam Kesehatan Warga Pontianak

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 12 Agustus 2026 · 09:482 menit baca
Pertengahan Agustus Belum Bebas Asap Kualitas Udara Memburuk Ancam Kesehatan Warga Pontianak
ISPUnet mencatat kualitas udara Pontianak berada di angka 74 (kategori Sedang) pada Rabu (12/8/2026). PM2.5 menjadi parameter polutan paling kritis. (Dok. Nusantara Post)

Memasuki pertengahan bulan krusial Agustus, warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, rupanya masih belum bisa menghirup oksigen yang murni dan sepenuhnya terbebas dari residu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Rabu (12/8/2026) pagi, kualitas udara perkotaan tercatat masih tertahan di kategori ‘Sedang’ dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyentuh angka 74 pada pukul 08.00 WIB. Kondisi ini menegaskan bahwa ancaman kabut asap di wilayah Kalbar belum sepenuhnya usai.

Berdasarkan pemantauan real-time dari stasiun Pontianak Tenggara melalui sistem ISPUnet, partikel debu halus beracun atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) konsisten menjadi parameter paling kritis yang mencemari ruang napas warga. Angka 74 yang bertengger di dasbor pemantauan ini bukan berarti langit Pontianak telah aman total dari kepungan asap karhutla, melainkan menjadi bukti nyata bahwa polutan mikroskopis tersebut masih melayang stabil di lapisan bawah atmosfer.

Faktor cuaca pagi hari turut mengambil peran dalam menjebak polutan ini di area permukiman. Data mencatat suhu udara berada di angka 28 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi mencapai 78 persen dan tekanan udara 1.011 mBar. Tingginya persentase kelembapan di pagi hari ini secara alamiah mengikat partikel PM2.5, mencegahnya terurai atau terbawa angin, sehingga sangat mudah terhirup oleh warga yang sedang memulai aktivitas berangkat kerja atau sekolah.

Sementara PM2.5 mendominasi di level 74 (kategori Sedang), parameter pencemar udara lainnya dilaporkan masih mampu bertahan di zona hijau atau kategori ‘Baik’. Rincian data polutan penyerta lainnya meliputi partikulat PM10 di angka 45, Sulfur Dioksida (SO2) di angka 44, Ozon (O3) di angka 14, Karbon Monoksida (CO) di angka 11, dan Nitrogen Dioksida (NO2) di angka 8.

Terkepung Kabut Asap Sejak Pagi, Kualitas Udara Pontianak Kritis di Angka 95 Menuju Tidak Sehat
Baca Juga

Terkepung Kabut Asap Sejak Pagi, Kualitas Udara Pontianak Kritis di Angka 95 Menuju Tidak Sehat

Menyikapi stagnasi kualitas udara di zona biru ini, sistem otoritas pemantauan lingkungan hidup secara institusional masih belum mengeluarkan larangan aktivitas luar ruang. Melalui keterangan resmi yang tertera pada dasbor pemantauan, pemerintah menyatakan status udara saat ini masih berada dalam ambang batas toleransi.

“Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada Kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,” tulis pernyataan resmi pada rilis ISPUnet pagi ini.

Kendati otoritas menyatakan udara masih dapat diterima, warga Pontianak dituntut untuk bersikap kritis terhadap kesehatan paru-paru mereka sendiri. Status ‘Sedang’ di tengah bulan Agustus yang secara historis merupakan puncak musim kemarau dan karhutla di Kalbar, tidak boleh diterjemahkan sebagai pelonggaran kewaspadaan, tetapi wajib dijadikan alarm navigasi mitigasi. Mengingat partikel PM2.5 tidak dapat disaring oleh bulu hidung dan mampu menembus aliran darah, penggunaan masker bagi kelompok rentan terutama saat beraktivitas di ruang terbuka tetap menjadi pertahanan medis paling mutlak sebelum udara diam-diam kembali meroket ke level bahaya.

(Hendrawan)