Kualitas udara di wilayah Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, kembali merangkak naik menyentuh angka 85 pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan kategori ‘Sedang’ pada Jumat (31/7/2026) pukul 08.00 WIB. Eskalasi polutan mikroskopis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) di pagi hari ini menjadi alarm bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum usai.
Berdasarkan pemantauan data real-time melalui sistem ISPUnet pagi ini, tren polusi menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan sore hari sebelumnya yang sempat melandai di angka 65. PM2.5 secara konsisten masih menduduki posisi sebagai parameter paling kritis yang mencemari atmosfer perkotaan.
Selain PM2.5, peningkatan juga terlihat pada parameter Particulate Matter 10 (PM10) yang kini menyentuh batas ambang sedang di angka 50, disusul Sulfur Dioksida (SO2) di angka 57. Sementara itu, parameter gas lainnya seperti Karbon Monoksida (4), Ozon (3), dan Nitrogen Dioksida (11) masih tertahan kokoh di zona hijau atau kategori ‘Baik’.
Peningkatan angka pencemaran ini beriringan dengan kondisi cuaca pagi yang terpantau cukup hangat. Suhu udara tercatat mencapai 30 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 80 persen dan tekanan udara 1.009 mBar.
