Min, 23/08/26 · 17.04.20
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tingkatkan Kesadaran Kanker Serviks, Borneo Medical Centre Gelar Edukasi Medis di Pontianak

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 23 Agustus 2026 · 01:403 menit baca
Tingkatkan Kesadaran Kanker Serviks, Borneo Medical Centre Gelar Edukasi Medis di Pontianak
Borneo Medical Centre gelar edukasi medis kanker serviks di Pontianak bersama dokter spesialis onkologi dan ginekologi, buka akses second opinion pasien. (Dok. Dayank/Nusantara Post)

Borneo Medical Centre menghadirkan dua pakar spesialis onkologi dan ginekologi asal Kuching dalam agenda diskusi kesehatan (health talk) guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan kanker serviks serta layanan konsultasi medis lanjutan, Sabtu, (22/8/2026).

Kegiatan temu pasien dan edukasi publik tersebut menghadirkan Yu Kong Leong dan Nicholas Ngeh untuk memaparkan perkembangan teknologi penanganan kanker serta memfasilitasi kebutuhan pendapat medis kedua (second opinion).

Tujuan penyelenggaraan forum edukasi dan pembaruan fasilitas rumah sakit dipaparkan oleh Perwakilan Informasi Borneo Medical Centre, Decky.

Pakar Kesehatan Tekankan Perlunya Vaksinasi HPV bagi Pekerja Seks
Baca Juga

Pakar Kesehatan Tekankan Perlunya Vaksinasi HPV bagi Pekerja Seks

“Jadi hari ini kita sedang melakukan health talk ya. Health talk bersama dengan dokter. Ada dua dokter dari Borneo Medical Center. Yang pertama dokter Yu dan yang kedua dokter Nicholas. Jadi tujuan kami adalah sebenarnya ramah-tamah dengan pasien-pasien kami juga memberikan informasi-informasi terbaru seperti pengembangan rumah sakit yang ada ke depannya dan pengembangan pengobatan yang ada,” ujar Decky, Sabtu, (23/8/2026).

Masyarakat yang membutuhkan rujukan atau evaluasi medis lanjutan disarankan membawa dokumen riwayat kesehatan sebelumnya tanpa perlu ragu terhadap keabsahan hasil uji laboratorium asal Indonesia.

Kemudahan prosedur konsultasi dan penerimaan rekam medis pasien diuraikan lebih lanjut.

“Sebenarnya tidak ada syarat khusus. Cuma biasanya pasien itu ada minta opini kedua, second opinion misalnya. Mereka sudah diperiksa dan ingin lebih dalam lagi. Biasanya lebih baik membawa data-data yang ada sebelumnya. Seperti hasil pemeriksaan bisa dibawa. Karena ada beberapa kekhawatiran kayak hasil lab di Indonesia itu sebenarnya diterima atau enggak. Dari kita lebih baik dibawa aja. Nanti bisa kita jelaskan. Untuk beberapa kasus khusus bisa mungkin menghubungi informasi senter kami dulu di Pontianak di Jalan Gajah Mada atau di Jakarta. Bisa cek kami di Instagram dan website kami,” jelasnya.

Solusi Ketimpangan Daerah Ala Prabowo, Bagaimana Konsep Dokter Terbang?
Baca Juga

Solusi Ketimpangan Daerah Ala Prabowo, Bagaimana Konsep Dokter Terbang?

Pemilihan materi kanker serviks diangkat menjadi pembahasan utama atas pertimbangan bahwa jenis keganasan ini dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi vaksin dan deteksi medis yang tepat.

Alasan prioritas sosialisasi penyakit reproduksi tersebut ditegaskan dalam pemaparannya.

“Yang pertama adalah karena seperti yang teman-teman tadi sudah dengar bahwa itu sangat bisa dihindari. Dan bahwa kanker cervix ini bisa dengan vaksin dan bisa dihindari oleh salah satu kanker yang bisa dihindari. Sehingga kita mau meningkatkan kesadaran masyarakat terutama yang ada di Pontianak ini mengenai hal ini,” tambahnya.

Akses komunikasi langsung bagi warga yang memerlukan konsultasi disediakan melalui kantor perwakilan resmi di Jalan Gajah Mada Pontianak via nomor kontak 0811 563 5970, serta kantor perwakilan Jakarta di nomor 0811 1283 831.

Tingginya keterkaitan kasus antara bidang onkologi dan ginekologi yang kerap ditanyakan pasien menjadi landasan dihadirkannya para dokter spesialis secara langsung di Pontianak.

HMI Medical Investasi RM400 Juta Bangun Rumah Sakit Baru di Kuching
Baca Juga

HMI Medical Investasi RM400 Juta Bangun Rumah Sakit Baru di Kuching

Pentingnya pemahaman komprehensif di luar pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) diungkapkan oleh Eksekutif Pemasaran Borneo Medical Centre, Sherrina Blasius.

“Karena sekarang ini kasus untuk informasi ginekologi dan onkologi itu terkait. Jadi ada setengah trendnya di mana mereka seringkali bertanya soalan ini ketika berada di rumah sakit kita. Jadi dengan kita membawa pakai spesialis hari ini terus secara langsung kita bisa infokan kepada semua berkaitan dengan rekomendasi medis yang seperti ini. Dan tidak semuanya harus hanya melakukan MCU. Dengan hasil MCU saja sudah selesai. Tidak. Tapi dengan pemahaman umum, dengan pembawaan spesialis hari ini untuk pengetahuan semua juga bisa memberi kesedaran serta informasi lebih lanjut kepada mereka yang ingin bertanya lebih dalam tentang informasi seperti ini,” kata Sherrina Blasius.

Penyelenggaraan forum diskusi medis ini diharapkan memperluas literasi kesehatan masyarakat Kalimantan Barat terkait upaya deteksi dini kanker serta mempermudah akses rujukan pengobatan lintas batas.

(Dayank Ana Sebalu)