Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Transformasi Birokrasi, Sekda Pontianak Minta ASN Kedepankan Mental Melayani Warga

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 1 September 2026 · 23:571 menit baca
Transformasi Birokrasi, Sekda Pontianak Minta ASN Kedepankan Mental Melayani Warga
Beri materi di Untan, Sekda Pontianak Amirullah tekankan transformasi birokrasi dan ingatkan ASN wajib miliki mental melayani kebutuhan warga dengan cepat. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dituntut adaptif dan berorientasi penuh pada pelayanan publik yang cepat, meninggalkan paradigma lama birokrasi yang kaku dan berbelit pada administrasi semata, Selasa, (1/9/2026).

Penegasan mengenai perubahan fungsi pelayanan tersebut disampaikan Amirullah saat memberikan materi dalam kegiatan Career Readiness Bootcamp di Universitas Tanjungpura. Pentingnya pemahaman mengenai pergeseran peran abdi negara dari waktu ke waktu dipaparkan dalam sesi pemaparannya.

“ASN dulu, sekarang, dan yang akan datang itu berbeda. Ada perubahan paradigma yang harus dipahami,” katanya, Selasa, (1/9/2026).

Fungsi krusial birokrasi dalam menjaga stabilitas serta keteraturan sosial di tengah kehidupan warga dijelaskan lebih lanjut dalam materinya.

Rembuk Budaya APEKSI 2026: Edi Rusdi Kamtono Tekankan Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi
Baca Juga

Rembuk Budaya APEKSI 2026: Edi Rusdi Kamtono Tekankan Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi

“Birokrat hadir untuk menciptakan keteraturan. Tanpa birokrasi, banyak hal dalam kehidupan masyarakat tidak berjalan tertib,” jelasnya.

Perubahan orientasi kerja yang berfokus pada kemanfaatan nyata serta kecepatan pelayanan bagi masyarakat ditekankan dalam penjelasannya.

“Kalau dulu birokrasi berorientasi pada aturan, sekarang harus berorientasi pada masyarakat. Dulu fokus pada prosedur dan administrasi, sekarang harus cepat dan bermanfaat,” ujarnya.

Dengan rasio pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang berada di kisaran 0,7 hingga 0,8 persen dari total populasi, efisiensi kerja aparatur dinilai harus dimaksimalkan guna menjamin pelayanan nondiskriminatif.

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak
Baca Juga

Polda Kalbar Gelar Curhat Kamtibmas dan Pengobatan Gratis di Saigon Pontianak

Syarat mentalitas pelayanan bagi siapa pun yang hendak berkarier di birokrasi pemerintahan disuarakan secara tegas di hadapan para peserta.

“Kalau ingin menjadi ASN, harus punya mental melayani. Kalau tidak punya mental pelayan, jangan memilih ASN, karena kerja ASN adalah melayani,” ujarnya.

Standar penilaian jenjang karier dan promosi jabatan yang menitikberatkan pada kinerja nyata serta rekam jejak integritas diuraikan dalam paparannya.

“Gelar akademik hanya modal awal. Untuk menjadi kompeten, harus ditambah karakter dan performa,” jelasnya.

Nilai utama profesi aparatur sebagai pelayan publik yang bertugas menjaga tatanan masyarakat ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

AIESEC in Untan Gelar Youth Today x Join AIESEC 2026, Dihadiri Lebih dari 400 Mahasiswa
Baca Juga

AIESEC in Untan Gelar Youth Today x Join AIESEC 2026, Dihadiri Lebih dari 400 Mahasiswa

“ASN adalah profesi pelayan publik. Di mana pun ditempatkan, tugas utamanya adalah melayani dan menjaga keteraturan,” pungkasnya.

(Tony)