Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Orang Utan Sindi yang Terjebak Karhutla di Kotawaringin Timur di Evakuasi ke Habitat Alami

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 29 September 2026 · 18:392 menit baca
Orang Utan Sindi yang Terjebak Karhutla di Kotawaringin Timur di Evakuasi ke Habitat Alami
Tim gabungan BKSDA Kalteng dan OFI evakuasi orang utan betina berusia 20 tahun yang terjebak karhutla di Kotim; satwa dipastikan sehat dan siap ditranslokasi ke SM Lamandau. (Dok. BKSDA Kalteng)

Tim gabungan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II dan Yayasan Orang Utan Foundation International (OFI) berhasil mengevakuasi seekor orang utan betina berusia 20 tahun bernama Sindi yang terjebak di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (26/9/2026) dini hari.

Penemuan satwa dilindungi berbobot 32 kilogram ini bermula ketika regu pemadam perusahaan yang sedang mengambil air melihat Sindi bertengger di atas pohon kering di Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Area penemuan tersebut berbatasan langsung antara HTR Ramban dan lokasi konsesi perusahaan yang terbakar.

Laporan keberadaan satwa liar itu langsung diteruskan oleh Petugas Pos Sampit ke pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun. Tim rescue kemudian diberangkatkan pukul 17.20 WIB guna melakukan tindakan penyelamatan darurat, sementara petugas Pos Sampit melakukan pemantauan intensif di lokasi.

Proses evakuasi yang dimulai pukul 22.00 WIB berlangsung alot dan penuh ancaman keselamatan. Tim penyelemat harus bertaruh dengan kepungan asap pekat, bara api di permukaan tanah, serta kobaran api yang masih membakar area perkebunan kelapa sawit di sekitarnya. Upaya pembiusan sempat terkendala karena Sindi terus bergerak agresif berpindah dahan.

Dari Banjir hingga Lahan 200 Hektare Terbakar, BNPB Rilis Sebaran Bencana di Lima Daerah
Baca Juga

Dari Banjir hingga Lahan 200 Hektare Terbakar, BNPB Rilis Sebaran Bencana di Lima Daerah

Setelah melalui penanganan ekstra dramatis selama beberapa jam, Sindi akhirnya berhasil dibius sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, tubuhnya sempat tersangkut di dahan pohon hingga memaksa petugas memanjat pohon kering tersebut untuk menurunkannya secara manual pada pukul 02.30 WIB.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi bahwa kendati dievakuasi dari tengah kepungan api dan asap pekat, kondisi fisik satwa tersebut tergolong stabil.

“Hasil pemeriksaan awal kondisi fisik orang utan, tidak ditemukan luka bakar ataupun luka lainnya di tubuh orang utan tersebut,” kata Muriansyah.

Usai diturunkan, Sindi langsung dibawa menuju Pangkalan Bun untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif dan karantina di fasilitas klinik milik Yayasan OFI. Hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan orang utan tersebut dalam kondisi sehat serta bebas dari potensi penyakit menular.

Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram
Baca Juga

Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram

Sebagai langkah penyelamatan jangka panjang dari ancaman karhutla yang merusak ruang hidupnya, BKSDA menyimpulkan bahwa habitat asal Sindi tidak lagi aman. Atas arahan Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Sindi dipastikan bakal dipindahkan (translokasi) menuju kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Lamandau di Kabupaten Kotawaringin Barat.

(Hendrawan)