Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Tarif Angkutan Laut Naik, BI Catat Inflasi Kaltara Capai 2,17 Persen pada Agustus 2026

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 3 September 2026 · 10:221 menit baca
Tarif Angkutan Laut Naik, BI Catat Inflasi Kaltara Capai 2,17 Persen pada Agustus 2026
BI catat inflasi Kaltara Agustus 2026 sebesar 2,17 persen secara tahunan, kenaikan tarif tiket angkutan laut pascadiskon jadi penyumbang andil terbesar. (Dok. Ist)

Bank Indonesia mencatat inflasi gabungan tiga wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kalimantan Utara pada Agustus 2026 mencapai 2,17 persen secara tahunan (year on year), dipicu kenaikan tarif tiket angkutan laut, Rabu, (2/9/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month to month) Kaltara tercatat sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender berada pada angka 1,44 persen.

Urgensi pengawasan stabilitas harga komoditas pangan dan transportasi dipaparkan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, dalam pertemuan bersama media di Tarakan.

Pentingnya pengendalian komoditas yang berdampak langsung terhadap daya beli warga ditegaskan dalam pemaparannya bahwa perkembangan inflasi di daerah masih perlu terus dipantau, terutama komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap harga dan daya beli masyarakat.

Inflasi Kaltara Terjaga 2,17 Persen, Bank Indonesia Ingatkan Risiko Defisit Pasokan Pangan
Baca Juga

Inflasi Kaltara Terjaga 2,17 Persen, Bank Indonesia Ingatkan Risiko Defisit Pasokan Pangan

Secara spasial, Kota Tarakan membukukan inflasi tahunan tertinggi di Kaltara sebesar 2,91 persen dengan inflasi bulanan 0,24 persen, disusul Tanjung Selor dengan inflasi bulanan 0,27 persen serta tahunan 1,44 persen, dan Nunukan dengan inflasi bulanan 0,16 persen serta tahunan 1,28 persen.

Kenaikan tarif angkutan laut pascaberakhirnya program diskon tiket transportasi menjadi pendorong utama dengan andil inflasi bulanan terbesar mencapai 0,12 persen, diikuti komoditas daging ayam ras sebesar 0,05 persen, sawi hijau 0,04 persen, kangkung 0,03 persen, serta jasa perawatan kendaraan 0,02 persen.

Laju inflasi daerah tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan dan energi, di mana deflasi terbesar disumbang oleh tomat dengan andil -0,12 persen, bawang merah -0,07 persen, angkutan udara -0,04 persen seiring penurunan harga avtur maskapai, serta bensin dan beras masing-masing sebesar -0,01 persen.

(Tony)