Ganda putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo, sukses mengamankan tiket babak 16 besar ajang POLYTRON Pontianak Indonesia Masters Super 100 2026 usai menundukkan pasangan Singapura, Xiao En Heng/Andrea Jacqui Tay. Berlaga di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (2/9/2026), pasangan tuan rumah ini membungkus kemenangan dua match langsung dengan skor 21-10 dan 21-15 dalam waktu 32 menit. Kemenangan solid ini sekaligus menjadi modal krusial bagi Lanny/Ester untuk menatap potensi laga ulangan yang sarat tensi melawan wakil Korea Selatan di babak berikutnya.
Dominasi Lanny/Ester sudah terlihat sejak menit awal pertandingan. Lanny mengungkapkan bahwa kunci kemenangan telak tersebut terletak pada inisiatif serangan dan tekanan konstan yang mematikan ruang gerak lawan. Pasangan Indonesia ini telah mengantongi peta kekuatan Singapura dan menerapkannya secara presisi di lapangan.
“Ya, alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Buat tadi sih lawan Singapura mungkin kita juga dari sebelum main sudah nonton. Terus kita dari awal juga sudah saling mengingatkan buat langsung menekan mainnya. Jadi tidak yang satu-satu dulu, cepatin, dan kita dapat banyak poin lalu bisa menang,” ujar Lanny dalam sesi konferensi pers usai laga.
Meskipun sukses mengunci match pertama dengan selisih poin yang mencolok (21-10), intensitas perlawanan berubah pada match kedua. Laga berjalan lebih alot dan menuntut kerja ekstra dari ganda putri Merah Putih. Secara objektif, Ester Nurumi Tri Wardoyo mengakui bahwa ketatnya laga bukan semata karena perubahan taktik lawan, melainkan akibat kelengahan dan rentetan kesalahan tidak perlu dari kubu Indonesia.
Ester menjelaskan bahwa secara strategi tidak ada instruksi yang berubah, namun eksekusi pukulan yang terburu-buru berujung pada poin cuma-cuma bagi Singapura.
“Sebenarnya sama saja kayak match satu, cuma mungkin match kedua saya lebih banyak buang poin sendiri, banyak bikin kesalahan juga. Ya, semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” jelas Ester mengevaluasi penampilannya.
Usai mendepak wakil Singapura, radar fokus Lanny/Ester langsung mengarah pada potensi pertarungan melawan ganda putri Korea Selatan. Laga ini diproyeksikan akan berjalan menguras fisik dan mental. Mengingat rekam jejak pekan lalu, Lanny/Ester merupakan satu-satunya pasangan yang mampu memaksa juara turnamen tersebut bermain rubber match lewat pertarungan taktik yang alot.
Menghadapi tembok pertahanan Korea yang terkenal tangguh, Lanny menyoroti vitalnya ketahanan fisik dan kedisiplinan menjaga emosi di atas lapangan. Ia menegaskan bahwa bermain agresif tanpa kesabaran hanya akan menjadi bumerang.
“Mungkin kan besok juga kalau misalkan Korea menang kita ketemu lagi ya sama yang lawan minggu lalu. Mungkin ya kita banyakin sabarnya, jangan ikut terburu-burunya, terus konsistennya juga. Harus betah sih di lapangannya karena Korea juga punya defense yang ulet, jadi kita harus betah di situ juga,” papar Lanny menyoroti rancangan strateginya.
Senada dengan sang rekan, Ester memastikan bahwa tim pelatih dan pemain telah membedah kelemahan dari kekalahan pekan lalu. Evaluasi mendalam telah dilakukan untuk memastikan mereka tidak jatuh ke lubang yang sama, melainkan siap menyajikan perlawanan yang jauh lebih matang.
“Yang pasti kita juga sudah evaluasi kemarin. Dengan kekalahan kemarin kita sudah banyak mengobrol juga, dan minggu kemarin setelah kalah banyak yang diperbaiki. Jadi kalau misal ketemu lagi, yang pasti kita harus lebih siap dan saling diskusi lagi untuk match besok,” pungkas Ester menegaskan kesiapannya membidik tiket perempat final.
(Hendrawan)