Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

BNPB Catat Rentetan Kejadian Karhutla dan Cuaca Ekstrem di Berbagai Daerah

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 4 November 2026 · 21:431 menit baca
BNPB Catat Rentetan Kejadian Karhutla dan Cuaca Ekstrem di Berbagai Daerah
BNPB rilis perkembangan penanganan bencana karhutla di lima kabupaten serta dampak kerusakan cuaca ekstrem di Sumenep dan Brebes. (Dok. BPBD Kabupaten Pulau Talibau)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat penanganan rentetan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan serta cuaca ekstrem di sejumlah daerah Indonesia berdasarkan pemantauan hingga Rabu, (4/11/2026).

Laporan terkini mencatat kejadian karhutla yang melanda wilayah Kabupaten Luwu, Konawe Kepulauan, Pulau Taliabu, Jayawijaya, serta Sragen. Upaya pemadaman lahan sagu seluas lima hektare di Desa Tirowali, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dipastikan telah berhasil diselesaikan oleh tim gabungan.

Sementara itu, proses penanganan karhutla seluas empat hektare di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan telah mencapai 80 persen meski terkendala akses jalan dan krisis sumber air.

Dampak karhutla terluas dicatat berada di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dengan total area terbakar mencapai 347,06 hektare serta melanda 13 desa di tiga kecamatan. Penanganan titik api utama di Pulau Taliabu yang berlangsung sejak awal Oktober dipastikan telah padam seiring bantuan hujan lokal yang turun di lokasi.

DPR Minta Verifikasi Informasi Intelijen Soal Dugaan Pembakaran Lahan Disengaja
Baca Juga

DPR Minta Verifikasi Informasi Intelijen Soal Dugaan Pembakaran Lahan Disengaja

Di Papua Pegunungan, lahan seluas dua hektare di Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, serta satu hektare lahan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dipastikan sudah sepenuhnya padam.

Selain karhutla, dampak bencana cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, serta Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

(Dok. BPBD Kabupaten Brebes)

Terjangan angin kencang di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengakibatkan 11 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Adapun hujan lebat disertai angin kencang di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, berdampak pada kerusakan 33 unit rumah serta satu fasilitas pendidikan.

Imbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla dan cuaca ekstrem disampaikan oleh pihak kebencanaan nasional. Masyarakat diminta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta melakukan pemangkasan dahan pohon yang rawan tumbang menjelang cuaca ekstrem.

(Rudi)