Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Dari Nira Aren ke Gula Semut: Dua Kelompok Usaha Masyarakat Adat Banten Diverifikasi Kemenhut

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Rabu, 4 November 2026 · 11:002 menit baca
Dari Nira Aren ke Gula Semut: Dua Kelompok Usaha Masyarakat Adat Banten Diverifikasi Kemenhut
Kemenhut memverifikasi dua KUPS aren untuk penilaian peningkatan kelas dari Gold ke Platinum, Banten, Senin (2/11/2026). (Foto: KUPS Aren Banten)

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi teknis untuk menilai peningkatan kelas dua kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) dari Gold ke Platinum.

Keduanya berada di wilayah masyarakat hukum adat (MHA) di Banten: KUPS Bumi Aren Lestari milik MHA Kasepuhan Cisungsang dan KUPS Kaolotan milik MHA Cirompang.

Verifikasi meninjau perkembangan usaha, kelembagaan, pemasaran, dan kelengkapan administrasi sebagai bahan pertimbangan. Menurut Kemenhut, peningkatan kelas menjadi indikator perkembangan kelompok dalam mengelola usaha secara berkelanjutan dan sarana mengidentifikasi kebutuhan penguatan, agar manfaat ekonomi masyarakat tumbuh sejalan dengan kelestarian hutan.

Kelompok ini mengembangkan gula aren cair dan gula semut dari pohon aren yang tumbuh alami di sekitar wilayah usaha. Anggotanya 15 orang dengan 10 mitra aktif, dan mereka mengelola lahan agroforestri 2,5 hektare dengan produksi aren rata-rata 10.000 kilogram.

Anak Krakatau Bertahan di Level Siaga, Pencarian Delapan Orang Hilang Diperluas
Baca Juga

Anak Krakatau Bertahan di Level Siaga, Pencarian Delapan Orang Hilang Diperluas

Ketua KUPS Hendriana Adra menjelaskan kelompoknya memakai tungku dengan api di bagian dalam untuk membantu mengatur waktu pengolahan, sehingga anggota dapat mengerjakan hal lain, termasuk mengambil nira, dan waktu pengerjaan lebih singkat.

“KUPS Bumi Aren Lestari fokus pada penjualan gula aren cair dan semut, Produk juga telah dibawa secara perorangan ke Singapura, China, Skotlandia, dan Malaysia,” ujar Hendriana.

Gula semut dijual Rp35.000 per 500 gram dan gula aren cair Rp50.000 per 500 mililiter. Pemasarannya mencakup pasokan ke kedai kopi 5–10 liter per bulan, toko daring Aren Lab di Shopee, dan Imah Batik Sahate.

Kelompok ini masih terkendala pencatatan nilai transaksi ekonomi, tetapi menyatakan siap membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) karena memiliki tenaga GANISPH dari internal kelompok yang telah disertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Penguatan pencatatan dinilai perlu agar penjualan dan manfaat usaha terdokumentasi.

Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Basarnas Beberkan Kronologi dan Perluas Pencarian
Baca Juga

Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Basarnas Beberkan Kronologi dan Perluas Pencarian

Kelompok ini mengolah gula aren menjadi gula semut dengan kapasitas 20–50 kemasan per bulan, masing-masing 200–250 gram, dijual Rp20.000 per kemasan lewat sistem pemesanan.

Anggota aktifnya lima orang, sedangkan kegiatan usahanya melibatkan sekitar 20–30 pekerja.

“KUPS Kaolotan Cirompang mengolah gula aren menjadi gula semut. Kami juga telah mendapatkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) untuk mendukung pengolahan produk. Pemasarannya sudah menjangkau masyarakat sekitar hingga tingkat provinsi. Perkembangan usaha ini turut memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” ujar Ateng, Ketua KUPS Kaolotan Cirompang.

Pemasaran kelompok mencakup Gerai Citorek. Pendanaan berasal dari dana talangan internal, program Bang PeSoNa, dan Green Climate Fund (GCF) Output 2. Sertifikasi produk dan administrasi PNBP masih dalam proses dan perlu ditindaklanjuti.

Dalam verifikasi, tim memeriksa bukti jangkauan pasar, penyerapan tenaga kerja, prestasi lomba tingkat nasional, serta sertifikasi dan standardisasi produk.

Pemeriksaan juga mencakup kerja sama usaha, pembayaran PNBP dan provisi sumber daya hutan (PSDH), serta pencatatan nilai ekonomi lewat aplikasi GoKUPS.

Abu Erupsi Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Ditutup Sementara
Baca Juga

Abu Erupsi Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Ditutup Sementara

Hasil verifikasi akan dibahas lebih lanjut sebagai bahan pertimbangan peningkatan kelas. Temuan lapangan juga dipakai mengarahkan pendampingan, terutama penguatan mutu produk, pemasaran, dan tata kelola usaha.

(Ajau)