Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Otorita Sebut Karhutla Masih Berjarak 40 Km dari Inti IKN, Pemadaman Udara Dikerahkan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 9 September 2026 · 10:383 menit baca
Otorita Sebut Karhutla Masih Berjarak 40 Km dari Inti IKN, Pemadaman Udara Dikerahkan
Otorita IKN pastikan kebakaran hutan masih berjarak 30-40 km dari KIPP, operasi darat dan water bombing digencarkan amankan Bukit Tengkorak dan Tol Balsam. (Dok. OIKN)

Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam batas delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan masih berjarak 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Rabu, (9/9/2026).

Operasi pemadaman jalur darat dan intervensi udara (water bombing) terus digencarkan oleh tim gabungan guna mencegah bara api merembet mendekati pusat perkantoran ibu kota baru.

Posisi geografis sebaran api terhadap ring utama pemerintahan diterangkan oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, di Lanud Dhomber, Balikpapan.

“Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30–40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti,” kata Danis H. Sumadilaga, Selasa, (8/9/2026).

55 Titik Karhutla Terdeteksi di Kawasan Nusantara, Otorita Pasang Tombol Darurat di KIPP
Baca Juga

55 Titik Karhutla Terdeteksi di Kawasan Nusantara, Otorita Pasang Tombol Darurat di KIPP

Operasi terpadu di lapangan diklaim sebagai tindakan pencegahan dini agar lidah api di kawasan terluar delineasi tidak meluas ke area konsesi lainnya. Tujuan penanganan komprehensif di batas terluar kawasan ditekankan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh,” ujar Danis H. Sumadilaga.

Klarifikasi terhadap data luasan 458 hektare yang sempat dirilis sebagai area terdampak turut diluruskan oleh pihak Otorita IKN. Luasan ratusan hektare tersebut merupakan batas hamparan perimeter kawasan yang memuat titik-titik api sporadis, bukan berarti seluruh vegetasinya terbakar secara menyeluruh. Fakta sebaran fisik vegetasi yang terbakar dipaparkan secara teknis dalam keterangannya.

Kebakaran Bukit Soeharto, Bagaimana Respons Prabowo?
Baca Juga

Kebakaran Bukit Soeharto, Bagaimana Respons Prabowo?

“458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api,” jelasnya.

Meski titik api dilaporkan telah menyusut signifikan, pengawasan intensif masih diarahkan pada dua klaster utama, yakni kawasan Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto.

Selain dua lokasi tersebut, titik api baru sempat terdeteksi di sekitar ruas Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31 pada Selasa pagi sebelum langsung dipadamkan oleh tim gabungan Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga.

Armada helikopter pembawa kantong air (water bombing) milik TNI AU yang disokong BNPB dan BMKG difokuskan menyisir medan perbukitan terjal yang terisolasi dari jangkauan regu darat. Sasaran operasi udara di titik-titik kritis diuraikan oleh otoritas terkait.

“Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing. Kemudian di beberapa titik di Bukit Merdeka juga kita lakukan water bombing,” ujarnya.

Kesiapsiagaan penuh tetap diberlakukan pada pos komando lapangan kendati intensitas asap mulai menurun guna mengantisipasi kemunculan titik panas susulan di semak belukar kering. Langkah cepat pemadaman seketika saat bara api muncul ditegaskan dalam pemaparannya.

Kebakaran di Tahura Bukit Soeharto, Jejak Pohon Ditebang Lalu Dibakar Terkuak
Baca Juga

Kebakaran di Tahura Bukit Soeharto, Jejak Pohon Ditebang Lalu Dibakar Terkuak

“Kalaupun timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas,” ujar Danis H. Sumadilaga.

Pengawasan berkala melalui pemantauan darat dan udara dipastikan tetap beroperasi aktif demi memenuhi instruksi presiden agar kawasan ibu kota terbebas dari ancaman kebakaran. Kepatuhan terhadap instruksi kepala negara disampaikan sebagai landasan operasi bersama.

“Tim darat akan tetap melakukan patroli dan penanganan. Kemudian dari udara juga tetap kita siagakan untuk melihat perkembangannya, agar memastikan kebakaran tidak meluas. Ini juga sesuai dengan perintah Presiden agar persoalan ini ditangani secepatnya,” ujarnya.

Di luar penanganan fisik di lapangan, langkah penegakan aturan diperkuat melalui sosialisasi Peraturan Kepala Otorita IKN terkait larangan pembersihan kebun dengan metode membakar. Penolakan terhadap praktik pembukaan lahan secara destruktif diingatkan kembali sebagai penutup keterangan.

“Jangan sampai proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

(Dayank Ana)