Bertepatan dengan peringatan Hari Aksi Internasional Big Bad Biomass, aliansi masyarakat sipil dari Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Selatan melayangkan kritik keras terhadap program energi biomassa pemerintah.
Skema penggunaan bahan bakar kayu untuk pembangkit listrik (co-firing PLTU) dinilai sebagai solusi energi palsu yang merusak hutan dan memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Juru Kampanye Trend Asia, Amalya Reza, menegaskan bahwa transisi energi tidak boleh mengorbankan hutan alam demi perkebunan monokultur Hutan Tanaman Energi (HTE).
Berdasarkan data Trend Asia per Agustus 2026, terdeteksi 32.021 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia, di mana 1.540 titik panas berada di dalam kawasan konsesi HTE.

