Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Pantau Gunung Arjuno-Welirang Via Udara, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 24 Oktober 2026 · 08:351 menit baca
Pantau Gunung Arjuno-Welirang Via Udara, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Kepala BNPB Kristomei Sianturi memantau karhutla Gunung Arjuno-Welirang via udara dan mengimbau warga menghentikan pembakaran lahan di Jatim. (Dok. BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi melakukan pemantauan udara untuk melihat perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, Jumat, (23/10/2026). Meskipun hujan mulai turun di sejumlah titik, pemantauan udara menunjukkan masih terdapat titik api yang perlu dipadamkan guna mencegah perluasan area terbakar.

Hambatan penanggulangan bencana akibat adanya aktivitas pembakaran yang masih dilakukan oleh oknum warga disoroti oleh Kepala BNPB.

“Di satu sisi kita berupaya memadamkan api supaya tidak ada asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan kita, termasuk kesehatan anak-anak kita. Namun, di sisi lain masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Kristomei.

BNPB Rangkum Penanganan Bencana Nasional: Karhutla, Kekeringan, dan Banjir di Tiga Provinsi
Baca Juga

BNPB Rangkum Penanganan Bencana Nasional: Karhutla, Kekeringan, dan Banjir di Tiga Provinsi

Eskalasi dampak bencana karhutla di wilayah Jawa Timur dicatat signifikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Insiden karhutla dilaporkan telah meluas ke 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian, membakar lahan seluas 11.449 hektar yang mana 77,05 persen di antaranya merupakan kawasan hutan konservasi.

Penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat didorong oleh BNPB guna mempercepat pengendalian sisa titik api di lapangan.

(Rudi)