Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendampingi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar para penyintas dapat segera berpindah dari pos pengungsian, Senin (28/9/2026).
Pada fase transisi darurat menuju pemulihan pascagempa Flores yang terjadi pada Agustus 2026 lalu, BNPB bersama pemerintah daerah di tujuh kabupaten terdampak menyediakan dua skema bantuan hunian bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, yakni Dana Tunggu Hunian (DTH) atau fasilitas huntara.
Sebagian besar warga tercatat lebih memilih bantuan huntara dibanding DTH.
Berdasarkan data pemutakhiran BNPB per 28 September 2026, progress pembangunan huntara di Kabupaten Manggarai mencapai 110 unit yang sedang dikerjakan dengan rincian 50 unit melebihi progres 50 persen dan 60 unit di bawah 50 persen serta 4 unit telah selesai dari total verifikasi 1.494 rumah rusak berat.

