Min, 16/08/26 · 17.45.54
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Laporkan Karhutla di Jawa-Kalimantan dan Krisis Air di Sulawesi

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 15 Agustus 2026 · 22:342 menit baca
BNPB Laporkan Karhutla di Jawa-Kalimantan dan Krisis Air di Sulawesi
BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Ponorogo, Malang, dan Bulungan, serta krisis air bersih melanda ribuan warga Buton Utara. (Dok. BPBD)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman kejadian bencana hidrometeorologi kering yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang periode 14 hingga 15 Agustus 2026. Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih dilaporkan mendominasi dampak musim kemarau di Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Di Jawa Timur, karhutla menghanguskan 11 hektare lahan di Desa Jenangan dan Desa Grogol, Kabupaten Ponorogo, sejak Kamis, (13/8/2026), sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD pada Jumat, (14/8/2026). Peristiwa kebakaran lahan perkebunan jati milik Perhutani seluas 12 hektare juga melanda kawasan Gunung Geger Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, dan telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, kebakaran lahan seluas empat hektare melanda Jalan Simpang Pasiran Gunung Malaria, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran pembukaan lahan untuk permukiman tersebut masih dalam tahap penanganan hingga akhir pekan.

Selain kebakaran lahan, krisis kekeringan melanda 17 desa di enam kecamatan di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, yang berdampak langsung pada 884 kepala keluarga atau 2.946 jiwa. Penanganan darurat dilakukan oleh BPBD setempat melalui droping air bersih secara berkala.

Karhutla di Jawa Tengah Padam, BNPB Waspadai Gempa M 6,2 di Sulawesi Tengah
Baca Juga

Karhutla di Jawa Tengah Padam, BNPB Waspadai Gempa M 6,2 di Sulawesi Tengah

Langkah penghematan air dan antisipasi kekurangan pasokan bagi warga terdampak kekeringan disampaikan oleh otoritas kebencanaan nasional pada Sabtu, (15/8/2026).

“Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan gunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman),” tulis pihak BNPB.

Terkait maraknya karhutla di tengah cuaca panas akibat fenomena El Nino, masyarakat diminta tidak memicu titik api baru dengan sengaja membakar lahan maupun membuang sampah sembarangan.

Pascagempa M 7,7 Flores, BNPB Instruksikan Delapan Langkah Tanggap Darurat
Baca Juga

Pascagempa M 7,7 Flores, BNPB Instruksikan Delapan Langkah Tanggap Darurat

Larangan pembakaran terbuka serta pencegahan bara api liar kembali ditegaskan dalam keterangan tertulis yang sama.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang puntung sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang,” tegas pihak BNPB.

Selain ancaman bencana kekeringan dan kebakaran, kewaspadaan terhadap potensi bencana geologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu tetap diserukan kepada publik.

Kesiapan logistik mandiri dan pemantauan kanal informasi resmi disarankan demi memitigasi dampak lindu darat maupun laut.

“BNPB juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” pungkas pihak BNPB.

(Rudi)