Kam, 20/08/26 · 14.38.18
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Gempa di Kuwus Manggarai Barat

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 20 Agustus 2026 · 19:552 menit baca
BNPB Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Gempa di Kuwus Manggarai Barat
BNPB salurkan bantuan pangan dan sandang Presiden bagi pengungsi gempa M 7,7 di Kecamatan Kuwus Manggarai Barat serta data kerusakan rumah warga. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyisir wilayah pelosok terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyalurkan bantuan kepresidenan kepada para pengungsi, Rabu, (19/8/2026).

Penyisiran dan asesmen kerusakan dilakukan langsung di dua titik konsentrasi warga, yakni Dusun Coal di Desa Coal dan Dusun Dahang di Desa Pangga, yang mencatat 148 rumah rusak (101 rusak berat, 12 rusak sedang, 35 rusak ringan), satu korban meninggal dunia, serta lebih dari 1.100 jiwa mengungsi.

Kondisi penyaluran logistik awal di wilayah terdampak dipaparkan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, saat meninjau permukiman warga di Desa Coal.

“Kami saat ini langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat dari laporan camat tadi sudah ada bantuan pangan dan tentu saja ini akan terus kita tindak lanjuti,” ujar Abdul Muhari, Rabu, (19/8/2026).

Modal Usaha Bank Kalbar Dorong UMKM Kue Kering di Sekadau Buka Gerai Baru
Baca Juga

Modal Usaha Bank Kalbar Dorong UMKM Kue Kering di Sekadau Buka Gerai Baru

Akses geografis yang memerlukan waktu tempuh 3,5 jam dari Labuan Bajo dengan medan berat menjadi fokus penanganan agar pasokan kebutuhan dasar tidak terputus. Komitmen pemenuhan bahan pangan dan nonpangan bagi masyarakat terisolasi ditekankan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Ini akan jadi atensi kita tentu saja karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit sehingga tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan kita pastikan terpenuhi di sini,” sambungnya.

Kendala teknis distribusi logistik turut dihadapi petugas di lapangan menyusul banyaknya warga yang memilih mengungsi mandiri di tenda-tenda dekat pekarangan rumah akibat trauma gempa susulan. Faktor psikologis di balik keputusan warga bertahan di luar hunian diuraikan oleh perwakilan BNPB tersebut.

HWCI Kalbar Desak Polisi Usut Dugaan Kejahatan Seksual Balita di Sambas
Baca Juga

HWCI Kalbar Desak Polisi Usut Dugaan Kejahatan Seksual Balita di Sambas

“Tantangan kita memang di titik-titik dimana masyarakat mengungsi secara mandiri dan ini tidak semuanya juga masyarakat yang mendirikan tenda di sekitar rumah, itu rumahnya rusak, tapi ada faktor-faktor psikologi trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berjalan sampai sekarang,” lanjut Deputi.

Prioritas distribusi bahan makanan dipastikan terus menyasar kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak yang berada di kantong-kantong pengungsian mandiri. Jaminan pemenuhan logistik harian bagi kelompok rentan ditegaskan dalam pernyataan penutupnya.

“Nah ini menjadi perhatian kita, tentu saja selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi kita pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi,” tutur Deputi.

Distribusi bantuan darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini terus dipasok melalui dua pos pendukung logistik utama yang dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.

(Rudi)