Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Minerba

Ekspor Industri Kaltim Naik 47,86 Persen, Neraca Perdagangan Surplus US$1,29 Miliar

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 21:262 menit baca
Ekspor Industri Kaltim Naik 47,86 Persen, Neraca Perdagangan Surplus US$1,29 Miliar
Ekspor industri Kaltim melonjak 47,86 persen pada Agustus 2026 ditopang minyak nabati; neraca perdagangan tetap surplus US$1,29 miliar menurut data BPS. (Dok. Ist)

Kinerja ekspor sektor industri pengolahan di Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 47,86 persen secara tahunan (year-on-year) pada Agustus 2026. Pencapaian sektor manufaktur tersebut melesat di tengah pelemahan pengapalan hasil tambang yang terkoreksi 3,04 persen secara tahunan serta lonjakan impor bahan baku yang menembus 100,53 persen.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis pada Kamis (1/10/2026), total nilai ekspor Kalimantan Timur yang dikapalkan melalui pelabuhan setempat mencapai US$1,88 miliar. Angka ini mencerminkan kontraksi bulanan sebesar 3,60 persen dibanding Juli 2026, tetapi tetap tumbuh 2,85 persen dibandingkan capaian Agustus 2025.

Pergeseran kinerja ekspor antarsektor komoditas tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai. Koreksi pada hasil bumi dan pertumbuhan sektor industri dijabarkan dalam penjelasannya.

“Penurunan ekspor nonmigas terjadi pada ekspor komoditas hasil tambang dan hasil pertanian masing-masing sebesar 16,61 persen dan 87,60 persen, sedangkan untuk ekspor hasil industri mengalami kenaikan sebesar 51,87 persen,” kata Mas’ud saat menyampaikan Berita Resmi Statistik, Kamis, (1/10/2026).

Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Kalimantan Timur Kompak Turun
Baca Juga

Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Kalimantan Timur Kompak Turun

Secara nominal, ekspor hasil industri menyentuh angka US$557,17 juta pada Agustus 2026. Selain melonjak 47,86 persen dibanding tahun lalu, realisasi ini juga melesat 51,87 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sebaliknya, ekspor komoditas tambang membukukan nilai US$1,24 miliar, atau anjlok 16,61 persen secara bulanan dan turun 3,04 persen secara tahunan. Meski demikian, sektor pertambangan tetap menjadi kontributor utama ekspor Kaltim periode Januari–Agustus 2026 dengan pangsa 69,49 persen, disusul hasil industri sebesar 23,08 persen.

Penguatan ekspor nonmigas ditopang oleh lonjakan pengiriman lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 84,27 persen hingga mencapai US$348,80 juta. Sebaliknya, komoditas bahan bakar mineral menyusut 16,61 persen menjadi US$1,24 miliar. Pada periode yang sama, nilai impor Kaltim tercatat US$594,06 juta, atau melonjak 91,35 persen secara tahunan didorong oleh kebutuhan bahan baku dan penolong industri yang mencapai US$575,42 juta.

Kenaikan tajam pada pasokan bahan baku produksi diuraikan dalam keterangannya.

Dampak Lingkungan dan Ganti Rugi Buntu, Operasi Tambang Kukar Diprotes Warga
Baca Juga

Dampak Lingkungan dan Ganti Rugi Buntu, Operasi Tambang Kukar Diprotes Warga

“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan impor pada golongan bahan baku/penolong sebesar 100,53 persen,” ujarnya.

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, impor bahan baku dan penolong mendominasi 97,27 persen dari total impor daerah, sementara barang modal menyerap 2,66 persen dan barang konsumsi 0,07 persen.

Di tengah lonjakan impor bahan baku manufaktur, neraca perdagangan Kalimantan Timur tetap membukukan surplus sebesar US$1,29 miliar pada Agustus 2026, ditopang surplus nonmigas senilai US$1,71 miliar kendati sektor migas mengalami defisit US$426,13 juta.

(Tony)