Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Cegah Kebakaran Berulang, Kolaborasi Lintas Sektor Alirkan Air Sungai Pawan Basahi Gambut Ketapang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 20:021 menit baca
Cegah Kebakaran Berulang, Kolaborasi Lintas Sektor Alirkan Air Sungai Pawan Basahi Gambut Ketapang
Ilustrasi – Kolaborasi lintas sektor alirkan air Sungai Pawan sepanjang 9 km kanal untuk pembasahan gambut di Sungai Pelang dan Sungai Besar Ketapang guna cegah karhutla. (Dok. YIARI)

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut terus diintensifkan melalui operasi pemompaan dan pengaliran air dari Sungai Pawan menuju kawasan terdampak di Desa Sungai Pelang dan Desa Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Sabtu, (3/10/2026).

Langkah intervensi teknis ini diambil menyusul kebakaran lahan gambut yang melanda wilayah Kabupaten Ketapang sepanjang September 2026. Kerusakan struktur lapisan tanah organik tersebut berisiko memicu pelepasan emisi karbon dalam skala masif serta mengancam stabilitas keanekaragaman hayati kawasan.

Operasi pemulihan hidrologis ini dijalankan melalui kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup melalui Balai Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, PT Arrtu Energie Resources (AER), Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Pelang, MPA Desa Sungai Besar, jajaran pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya.

Dalam teknis pelaksanaannya, air dari Sungai Pawan dipompa lalu dialirkan melewati jaringan kanal sepanjang 9 kilometer yang melintasi lahan milik masyarakat serta area konsesi milik PT AER menuju titik sasaran pembasahan.

Karhutla Gambut Kalbar Picu Krisis Emisi Ribuan Ton Karbon Per Hektare
Baca Juga

Karhutla Gambut Kalbar Picu Krisis Emisi Ribuan Ton Karbon Per Hektare

Distribusi debit air diatur menggunakan infrastruktur tata air berupa sembilan titik sekat kanal, tujuh titik gorong-gorong, satu unit mesin pompa induk, dua unit mesin pompa pendorong, serta dua tampungan embung di sekitar lokasi pompa dorong.

Tahapan penyiapan jaringan hidrologis tersebut mencakup survei lapangan, pengukuran elevasi, koordinasi perizinan, instalasi mesin pompa di sempadan sungai, penyiapan embung penampung, hingga pembersihan gulma kanal secara berkala.

Pemantauan dokumentasi udara memperlihatkan keterhubungan langsung antara pasokan air sungai dan sekat-sekat kanal di area rawan karhutla tersebut guna menaikkan muka air tanah, menjaga kelembapan gambut, serta menekan potensi kemunculan titik api baru di masa mendatang.

(Rudi)