Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama mitra konservasi mengevakuasi puluhan satwa liar yang kehilangan ruang hidup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk 17 individu orangutan, Sabtu, (3/10/2026).
Penyelamatan satwa tersebut menyasar kantong-kantong habitat yang terkepung kobaran api di wilayah Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Murung Raya. Secara kumulatif, otoritas konservasi mencatat sedikitnya 25 hingga 26 individu dari beragam spesies satwa telah diselamatkan dari titik-titik rawan kebakaran.
Data penanganan fauna terdampak karhutla tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi M. Kadhafi. Kondisi penemuan primata terluka di lokasi kebakaran diuraikan dalam keterangannya.
“Salah satu orangutan yang terdampak karhutla adalah Novita, yang mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki saat proses evakuasi. Novita kini mendapatkan perawatan intensif dari dokter hewan dan paramedis di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Nyaru Menteng, dan kondisinya tidak dalam keadaan kritis,” ucap Andi M. Kadhafi.

