Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tinjau Gotong Royong Pelabuhan Rakyat, Wawako Bahasan Minta Jembatan Rusak Segera Diperbaiki

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 4 Oktober 2026 · 15:382 menit baca
Tinjau Gotong Royong Pelabuhan Rakyat, Wawako Bahasan Minta Jembatan Rusak Segera Diperbaiki
Tinjau gotong royong di Pelabuhan Rakyat, Wawako Bahasan minta Dinas PUPR segera perbaiki jembatan Gang Karya Tani 3 guna jamin kelancaran akses warga dan ambulans. (Dok. Prokopim Pontianak)

Aksi gotong royong pembersihan lingkungan di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, yang mencakup Gang Karya Tani 3 dan Gang Usaha Bersama 1, berujung pada tindak lanjut pembenahan sarana infrastruktur permukiman.

Fokus penanganan tertuju pada kondisi jembatan kayu penghubung (gertak) menuju akses Gang Karya Tani 3 yang dinilai mengalami kerusakan dan membutuhkan pemulihan fisik secara mendesak demi menjamin keselamatan perlintasan warga setempat.

Instruksi percepatan perbaikan fisik jembatan diutarakan langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, usai meninjau lokasi kegiatan gotong royong di lapangan.

Pemanfaatan pos anggaran pemeliharaan rutin ditekankan dalam keterangannya.

BKSDA Perluas Lanskap Konservasi Kalbar Lewat Area Preservasi Aturan Baru
Baca Juga

BKSDA Perluas Lanskap Konservasi Kalbar Lewat Area Preservasi Aturan Baru

“Ini sudah kita lihat langsung kondisinya. Saya minta Dinas PUPR melalui bidang SDA untuk segera menindaklanjuti dengan dana perawatan rutin,” ujarnya.

Pekerjaan rehabilitasi jembatan diharapkan dapat dieksekusi tanpa menunggu alokasi siklus anggaran tahun depan mengingat fungsi jalur tersebut yang sangat vital bagi mobilitas harian serta akses pertolongan pertama saat terjadi insiden darurat.

Faktor keselamatan dan akses darurat publik dijabarkan dalam penjelasannya.

“Kalau ambulans mau masuk membawa orang sakit, akses ini harus bisa dilalui. Begitu juga kalau ada kondisi darurat seperti kebakaran,” katanya.

Pemprov Kalbar Adopsi Riset Fakultas Kehutanan Untan Ubah Paradigma Kelola Hutan Tanpa Tebang
Baca Juga

Pemprov Kalbar Adopsi Riset Fakultas Kehutanan Untan Ubah Paradigma Kelola Hutan Tanpa Tebang

Selain perbaikan akses jalan titian, normalisasi saluran drainase primer di sekitar kawasan tersebut turut diinstruksikan melalui pengerukan endapan sedimen guna memperlancar laju aliran air serta meminimalkan ancaman genangan saat hujan berintensitas tinggi turun. Tuntutan agar aksi gotong royong menghasilkan dampak pembangunan konkret diuraikan dalam pemaparannya.

“Gotong royong ini jangan hanya menjadi seremoni. Minimal ada persoalan yang bisa langsung kita tindak lanjuti dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Aparatur kewilayahan mulai dari camat, lurah, hingga instansi teknis terkait diminta terus memantau tahapan pekerjaan fisik di lapangan serta aktif menyerap aspirasi lingkungan yang belum terakomodasi melalui mekanisme perencanaan formal. Keterbukaan pelaporan keluhan warga di wilayah pemukiman ditekankan dalam arahannya.

“Kalau ada yang masih belum tertangani, sampaikan dan laporkan. Kita ingin setiap kegiatan seperti ini punya hasil konkret,” ujarnya.

Kemitraan antara warga dan jajaran birokrasi pemerintahan dipandang sebagai kunci utama dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar di tingkat rukun tetangga. Soliditas kerja bakti masyarakat ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

“Kalau kita kompak, persoalan-persoalan seperti ini bisa lebih cepat kita selesaikan bersama,” pungkasnya.

(Hendrawan)