Sab, 15/08/26 · 07.31.01
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Gempa Flores NTT Renggut 5 Korban Jiwa, Fasilitas Pelabuhan dan Kantor Roboh

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 15 Agustus 2026 · 13:212 menit baca
Gempa Flores NTT Renggut 5 Korban Jiwa, Fasilitas Pelabuhan dan Kantor Roboh
Gempa magnitudo besar di Flores NTT menewaskan 5 orang serta merobohkan fasilitas pelabuhan Maumere dan sejumlah gedung perkantoran. (Dok. Ist)

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi lima orang hingga Sabtu, (15/8/2026) siang. Selain korban jiwa, lindu berkekuatan besar yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tersebut merobohkan sejumlah gedung perkantoran dan fasilitas pelabuhan.

Informasi mengenai jatuhnya korban jiwa dan dampak kerusakan infrastruktur tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Berkenaan dengan informasi tadi pagi telah terjadi gempa dengan magnitudo yang cukup besar di Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kurang lebih pada pukul 5 waktu Indonesia bagian barat. Nah, pertama-tama tentunya kami menyampaikan dukacita yang mendalam terhadap adanya beberapa yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut,” kata Prasetyo Hadi.

Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pascagempa kini telah resmi dicabut menyusul stabilnya pantauan tinggi muka air laut di wilayah pesisir.

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Satu Korban Jiwa dan Kerusakan Tersebar
Baca Juga

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Satu Korban Jiwa dan Kerusakan Tersebar

Kondisi pencabutan status potensi ancaman tsunami serta koordinasi awal lintas sektor terkait dijelaskan dalam sesi wawancara yang sama.

“Dan kami tadi pagi juga sudah melapor kepada Bapak Presiden, dan kami berkoordinasi dengan Menteri, Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, kemudian dengan Kepala BMKG yang juga sempat memberikan peringatan dini akan potensi terjadinya tsunami, tetapi alhamdulillah peringatan dini tersebut sudah dicabut,” ujarnya.

Proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi bencana difokuskan pada titik-titik reruntuhan bangunan, termasuk fasilitas pelabuhan di Maumere yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Titik konsentrasi kerusakan fisik serta kesiapan pengerahan logistik darurat dari Jakarta turut dipaparkan lebih lanjut.

BNPB Laporkan Maraknya Karhutla di Kaltim dan Jateng Hingga Puting Beliung di Sumut
Baca Juga

BNPB Laporkan Maraknya Karhutla di Kaltim dan Jateng Hingga Puting Beliung di Sumut

“Tadi dilaporkan beberapa yang masih ada di apa, reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan termasuk ada pelabuhan ada satu pelabuhan yang tadi dikirimkan kami juga di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Nah, kami minta untuk segera dicek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut. Dan kami juga men-standby-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat kami sudah siap-siap sediakan,” pungkas Prasetyo Hadi.

(Dayank Ana)