Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta peran pengawasan sebagai instrumen pencegahan risiko sejak awal, Selasa (29/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Krisantus saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tahun 2026 yang diselenggarakan Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Aston Pontianak.
Forum strategis ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar Rudy M. Harahap, para Kepala Perangkat Daerah Pemprov Kalbar, serta Inspektur Kabupaten/Kota se-Kalimatan Barat.
Dalam arahannya, Krisantus menekankan bahwa pengawasan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan BPKP harus berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dan deteksi dini, bukan sekadar mencari kesalahan setelah penyimpangan terjadi.

