Kam, 20/08/26 · 09.25.53
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Gempa Ruteng Manggarai Timur 5,7 Magnitudo Kembali Guncang NTT Kamis Pagi

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 20 Agustus 2026 · 15:072 menit baca
Gempa Ruteng Manggarai Timur 5,7 Magnitudo Kembali Guncang NTT Kamis Pagi
Gempa dangkal M 5,7 guncang Manggarai Timur NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami dan imbau warga tetap tenang. (Dok. BMKG)

Rentetan gempa susulan masih terus menghantui daratan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Kamis (20/8/2026) pukul 09.47 WIB, gempa bumi dangkal bermagnitudo 5,7 kembali mengguncang daratan Kabupaten Manggarai Timur. Guncangan kuat ini memicu kepanikan warga yang berhamburan menyelamatkan diri di tengah bayang-bayang lebih dari tiga ribu aktivitas seismik yang terjadi pasca-gempa utama pekan lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya 36 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Meski berpusat di darat dan tergolong sangat dangkal, otoritas berwenang memastikan bahwa pergerakan lempeng ini sama sekali tidak memicu anomali muka air laut yang berpotensi tsunami.

Fakta paling krusial dari peristiwa ini bukanlah guncangan tunggalnya, melainkan posisinya dalam rangkaian krisis kegempaan yang tengah berlangsung. Gempa M5,7 ini merupakan susulan ke-3.489 sejak gempa destruktif bermagnitudo 7,7 yang merobek wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memaparkan bahwa rentetan guncangan masif ini masih bersumber dari sistem patahan yang sama, yakni Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Tinjau Lokasi Bencana di Manggarai, BNPB Pastikan Pasokan Logistik Gempa Flores
Baca Juga

Tinjau Lokasi Bencana di Manggarai, BNPB Pastikan Pasokan Logistik Gempa Flores

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust,” Tulis keterangan resmi BMKG, Kamis (20/8/2026).

Dari hasil analisis mekanisme sumber, BMKG merinci bahwa gempa tersebut memiliki karakteristik pergerakan patahan turun geser (normal-oblique).

Dampak getaran dari gempa dangkal ini menyebar luas dengan intensitas yang bervariasi. Kerusakan ringan hingga kepanikan massal terekam di sejumlah kabupaten, dengan rincian:

  • Kabupaten Manggarai (V-VI MMI): Getaran dirasakan oleh seluruh penduduk. Warga terkejut dan lari ke luar bangunan. Kerusakan ringan dilaporkan terjadi, seperti jatuhnya plester dinding hingga rusaknya cerobong asap pabrik.
  • Kabupaten Nagekeo dan Ende (V MMI): Guncangan dirasakan oleh hampir seluruh warga dan membuat banyak orang yang sedang tidur terbangun.
  • Kab. Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka (III-IV MMI): Getaran dirasakan cukup nyata oleh orang banyak di dalam rumah pada siang hari.

Menghadapi eskalasi ribuan gempa susulan yang masih aktif (dengan rekor susulan terbesar mencapai M6,2), BMKG memperingatkan masyarakat untuk tidak lengah namun menekan tingkat kepanikan. Keadaan krisis ini sering kali memicu peredaran informasi palsu (hoaks) yang justru memperburuk mitigasi bencana.

Tinjau Dampak Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Pastikan Logistik Pengungsi Terpenuhi
Baca Juga

Tinjau Dampak Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Pastikan Logistik Pengungsi Terpenuhi

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Wijayanto.

(Hendrawan)