Tokoh pers, pegiat antikorupsi, akademisi, dan perwakilan pemerintah membedah tantangan multidimensi mulai dari disrupsi teknologi, kejahatan pembajakan negara (state capture corruption), hingga degradasi ruang publik dalam forum Generasi Indonesia Bertutur di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, (4/9/2026).
Fenomena ruang publik digital yang dinilai rentan mendegradasi nalar publik menjadi luapan emosi massa dipaparkan oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
“Banjir informasi bisa membawa lumpur. Ruang digital dapat dipenuhi hoaks, sensasi, kemarahan, kebencian, berbagai bentuk noisy. Tetapi saya percaya pada akhirnya masyarakat akan mencari air bersih,” kata Komaruddin Hidayat, Jumat, (4/9/2026).
Karakter kecerdasan artifisial yang nirperasaan disoroti lebih lanjut guna mendorong generasi muda menciptakan terobosan substantif di ruang digital.

