Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Kemarau Panjang Picu Bencana Alam, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas di Sejumlah Daerah

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 24 September 2026 · 13:242 menit baca
Kemarau Panjang Picu Bencana Alam, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas di Sejumlah Daerah
BNPB rilis laporan bencana alam terkini: 127 hektare lahan hangus di Lombok Utara, karhutla landa Blitar dan Minahasa, serta 200 KK di Kepri alami krisis air bersih. (Dok. BPBD Provinsi Kepualuan Riau)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekapitulasi penanganan bencana hidrometeorologi kering yang melanda sejumlah daerah di Indonesia pada periode Rabu (23/9) hingga Kamis, (24/9/2026). Laporan berkala yang dihimpun hingga pukul 07.00 WIB tersebut menunjukkan eskalasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih imbas musim kemarau panjang.

Kebakaran lahan dilaporkan melanda kawasan Bukit Stampol, Desa Bukit Stampol, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sejak Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 18.50 WITA. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Rabu (23/9/2026), kobaran api telah menghanguskan sekitar 127 hektare lahan tanpa adanya laporan korban jiwa. Penanganan titik api terus dikoordinasikan oleh BPBD setempat bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Peristiwa serupa terjadi di Jawa Timur, di mana enam hektare lahan yang terdiri atas rumpun bambu di Desa Pagergunung serta kawasan hutan di Desa Sukoanyar, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, hangus terbakar pada Rabu (23/9/2026). Upaya pemadaman api di Blitar dilakukan secara manual oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan aparatur desa menggunakan metode gepyok hingga situasi dinyatakan kondusif pada Rabu malam.

Di Sulawesi Utara, karhutla turut melahap area seluas lima hektare di Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh regu pemadam pada hari yang sama.

Tinjau Lokasi Galodo Solok, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Evakuasi Korban Hilang
Baca Juga

Tinjau Lokasi Galodo Solok, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Evakuasi Korban Hilang

Sementara itu, ancaman kekeringan ekstrem melanda Kampung Dompak Lama, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Provinsi Kepulauan Riau. Bencana krisis air bersih tersebut berdampak langsung pada sedikitnya 200 kepala keluarga (KK). Guna menanggulangi krisis konsumsi air warga, BPBD Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan darurat sebanyak 10 ton air bersih menggunakan armada truk tangki ke permukiman terdampak.

Merespons rentetan kejadian tersebut, imbauan kewaspadaan dikeluarkan oleh otoritas penanggulangan bencana pusat bagi seluruh masyarakat. Warga diminta menghemat pemakaian air, mengisi tandon penampungan selagi pasokan mengalir, serta dilarang keras membakar sampah maupun membuka areal perkebunan dengan cara membakar.

Selain itu, kesadaran memadamkan puntung rokok ditekankan guna mencegah munculnya percikan api baru di lahan kering, di samping imbauan agar publik tetap mewaspadai potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

(Rudi)