Rab, 10/06/26 · 08.41.53
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Ketuk Palu! Pertamax Resmi Rp16.250/Liter, Migrasi ke Pertalite di Depan Mata

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 10 Juni 2026 · 11:542 menit baca
Ketuk Palu! Pertamax Resmi Rp16.250/Liter, Migrasi ke Pertalite di Depan Mata
PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM non-subsidi per 10 Juni 2026. Harga Pertamax RON 92 melonjak naik menjadi Rp16.250 per liter. (Dok. Sucigayatrir)

PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Rabu, (10/6/2026). Kenaikan harga tersebut berlaku untuk produk Pertamax dan Pertamax Green, menyusul evaluasi berkala yang dilakukan perusahaan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam pengumuman resmi korporasi, harga Pertamax dengan angka oktan (RON) 92 meningkat dari semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pada saat yang sama, varian Pertamax Green dengan spesifikasi RON 95 turut mengalami penyesuaian harga dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth, menjelaskan bahwa perubahan harga tersebut merupakan hasil kajian menyeluruh yang mengacu pada formula penetapan harga BBM yang berlaku saat ini. Proses evaluasi dilakukan berkala dengan memperhatikan berbagai indikator, termasuk dinamika pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Menurut Roberth, keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak oleh korporasi. Pihak Pertamina terlebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah selaku regulator sebelum menetapkan harga jual terbaru bagi konsumen.

Video Viral Mobil Tangki BBM di Sanggau Diduga Terkait Pengusaha Tempat Hiburan Malam, Pertamina Ancam Serahkan ke Polisi
Baca Juga

Video Viral Mobil Tangki BBM di Sanggau Diduga Terkait Pengusaha Tempat Hiburan Malam, Pertamina Ancam Serahkan ke Polisi

“Harga jual tersebut ditetapkan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan memastikan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2026).

Roberth menuturkan, kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menjaga kesinambungan layanan energi nasional serta memastikan distribusi bahan bakar berkualitas tetap berlangsung secara efektif di berbagai wilayah Indonesia.

Stok BBM Non-Subsidi Dipastikan Aman
Di tengah lonjakan harga tersebut, Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM nasional tetap berada dalam kondisi aman. Perusahaan menjamin pasokan Pertamax maupun Pertamax Green tersedia secara memadai di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanah Air.

“Kami memastikan pasokan Pertamax and Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina,” kata Roberth.

Ledakan Kapal Tanker Pertamina di Pontianak, 3 Orang Luka
Baca Juga

Ledakan Kapal Tanker Pertamina di Pontianak, 3 Orang Luka

Sementara itu, tidak semua jenis produk BBM mengalami perubahan harga pada periode ini. Varian Pertamax Turbo terpantau masih dipasarkan dengan harga Rp20.750 per liter tanpa penyesuaian. Kondisi serupa juga berlaku pada solar non-subsidi, di mana Pertamina Dex tetap dibanderol Rp24.800 per liter dan Dexlite bertahan pada level Rp23.000 per liter.

Untuk kategori BBM bersubsidi, pemerintah dan Pertamina memastikan masih mempertahankan harga lama yang berlaku saat ini. Produk Pertalite dengan spesifikasi RON 90 tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar bersubsidi masih dipatok di angka Rp6.800 per liter.

Dengan kebijakan terbaru tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis energi nasional dan kebutuhan masyarakat akan pasokan BBM yang andal di tengah fluktuasi pasar energi global.

(Hendrawan)