Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 4 Oktober 2026 · 18:562 menit baca
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Yang Terus Memburuk
Leonardo DiCaprio soroti terbakarnya 800 ribu hektare hutan gambut di Kalimantan dan Sumatra; ingatkan lonjakan emisi karbon serta ancaman kepunahan orangutan. (Dok. Leonardo Di Caprio)

Aktor sekaligus aktivis lingkungan global Leonardo DiCaprio kembali membunyikan alarm krisis iklim dengan menyoroti terbakarnya lebih dari 800.000 hektar hutan dan lahan di Pulau Kalimantan serta Sumatera melalui unggahan akun Instagram pribadinya pada Minggu (4/10/2026). Bencana ekologis berskala raksasa ini dikritik keras bukan sekadar sebagai insiden alam, melainkan krisis buatan yang secara sistematis menghancurkan keanekaragaman hayati dan memicu pelepasan emisi karbon dalam jumlah masif.

Kritik tajam peraih Piala Oscar tersebut menyoroti rapuhnya ekosistem gambut akibat intervensi manusia untuk kepentingan agrikultur. 

“Perubahan iklim membuat hutan Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terbakar. Kebakaran tersebut sering kali dimulai oleh manusia untuk membuka hutan bagi kepentingan pertanian,” tegas DiCaprio dalam unggahannya.

Praktik pembukaan lahan secara destruktif ini tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam kestabilan iklim global. Ia menjabarkan dampak katastropik terbakarnya ekosistem lahan basah tersebut. 

BNPB Rilis Pemutakhiran Bencana Nasional, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas
Baca Juga

BNPB Rilis Pemutakhiran Bencana Nasional, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas

“Ketika lahan gambut kaya karbon seperti ini terbakar, lahan itu juga melepaskan karbon tersimpan dalam jumlah sangat besar, yang kian memicu krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” ungkapnya memberi peringatan.

Dari kacamata kemanusiaan dan konservasi, dampak karhutla tahun ini sangat memprihatinkan dengan lebih dari lima juta orang tercekik paparan asap beracun. Tragedi ini juga memaksa satwa endemik seperti Owa Janggut Putih, yang siklus hidupnya sangat bergantung pada tajuk pepohonan, menghadapi jalan buntu tanpa ruang pelarian.

“Orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka. Orangutan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan,” paparnya, menggambarkan kondisi miris primata ikonik tersebut.

Meski melontarkan kritik keras terhadap akar masalah kebakaran, DiCaprio tidak menegasikan respons cepat dari para pemangku kepentingan di lapangan. Ia memberikan kredit khusus kepada pihak berwenang dan kelompok sipil yang berjibaku menjinakan api. 

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BNPB Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BNPB Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

“Pemerintah Indonesia, petugas pemadam kebakaran, masyarakat lokal, organisasi konservasi, penyelamat satwa liar, dan peneliti sama-sama menanggapi kebakaran tersebut,” tambahnya.

Sorotan internasional ini sejalan dengan memburuknya eskalasi karhutla di Tanah Air. Hingga paruh pertama 2026, luasan lahan terbakar di lima provinsi di Kalimantan telah menembus 57.081,33 hektar, melampaui rekor total luasan tahun sebelumnya. Kondisi kritis ini memaksa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta tiga provinsi di Sumatera sebagai prioritas utama penanganan darurat bencana.

(Hendrawan)