Aktor sekaligus aktivis lingkungan global Leonardo DiCaprio kembali membunyikan alarm krisis iklim dengan menyoroti terbakarnya lebih dari 800.000 hektar hutan dan lahan di Pulau Kalimantan serta Sumatera melalui unggahan akun Instagram pribadinya pada Minggu (4/10/2026). Bencana ekologis berskala raksasa ini dikritik keras bukan sekadar sebagai insiden alam, melainkan krisis buatan yang secara sistematis menghancurkan keanekaragaman hayati dan memicu pelepasan emisi karbon dalam jumlah masif.
Kritik tajam peraih Piala Oscar tersebut menyoroti rapuhnya ekosistem gambut akibat intervensi manusia untuk kepentingan agrikultur.
“Perubahan iklim membuat hutan Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terbakar. Kebakaran tersebut sering kali dimulai oleh manusia untuk membuka hutan bagi kepentingan pertanian,” tegas DiCaprio dalam unggahannya.
Praktik pembukaan lahan secara destruktif ini tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam kestabilan iklim global. Ia menjabarkan dampak katastropik terbakarnya ekosistem lahan basah tersebut.

