Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Sasar Ruko di Pidie Aceh, Polisi dan BNN Amankan 1,2 Ton Sabu Beserta 11 Tersangka

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Minggu, 25 Oktober 2026 · 22:372 menit baca
Sasar Ruko di Pidie Aceh, Polisi dan BNN Amankan 1,2 Ton Sabu Beserta 11 Tersangka
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama jajaran BNN dan Bea Cukai menunjukkan barang bukti drum berisi bahan baku sabu saat konferensi pers pengungkapan laboratorium gelap di Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (25/10/2026). (Dok. Humas Polri)

Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai membongkar laboratorium gelap (clandestine lab) pembuatan sabu jaringan internasional di Kabupaten Pidie, Aceh.

Penindakan ini mencatatkan rekor penyitaan barang bukti terbesar dari laboratorium gelap di Indonesia dengan total mencapai hampir 1,2 ton bruto narkotika.

Operasi penindakan digelar secara serentak pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, hingga Kota Lhokseumawe.

Berawal dari pengembangan informasi intelijen serta pemantauan logistik yang diduga bergerak dari kawasan Asia Tenggara, tim gabungan berhasil menemukan lokasi produksi.

Tekan Peredaran Gelap, Pemkot dan BNN Pontianak Bekali Warga Kawasan Rawan Keterampilan Hidup
Baca Juga

Tekan Peredaran Gelap, Pemkot dan BNN Pontianak Bekali Warga Kawasan Rawan Keterampilan Hidup

Di sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan fasilitas pengolahan meth oil (sabu cair) menjadi sabu kristal.

Dari lokasi tersebut, disita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, peralatan produksi, serta mengamankan 11 orang tersangka yang terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI).

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama lintas lembaga serta dukungan informasi dari masyarakat.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Minggu (25/10/2026).

Lengser dari Kapolri Listyo Sigit Tinggalkan Rekor Kapolri Terlama dan Berbagai Skandal
Baca Juga

Lengser dari Kapolri Listyo Sigit Tinggalkan Rekor Kapolri Terlama dan Berbagai Skandal

Kapolri juga mengimbau para pemilik properti sewa agar lebih selektif dalam memantau aktivitas penyewa guna mencegah lokasi hunian maupun usaha disalahgunakan menjadi laboratorium gelap.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujar Suyudi, Minggu (25/10/2026).

Saat ini penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka, mengejar pihak yang masuk daftar pencarian orang (DPO), menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta berkoordinasi dengan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok dan otoritas luar negeri untuk membongkar seluruh rute distribusi jaringan internasional tersebut.

(Toni)