Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, BNPB Kerahkan 11 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla Sumsel

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 1 September 2026 · 09:581 menit baca
Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, BNPB Kerahkan 11 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla Sumsel
ISPU Palembang capai kategori sangat tidak sehat, BNPB kerahkan 11.567 personel dan armada water bombing untuk percepat pemadaman karhutla di Sumsel. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan mengintensifkan operasi pemadaman darat dan udara menyusul penurunan kualitas udara di Kota Palembang hingga menyentuh angka 247 pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau kategori sangat tidak sehat, Selasa, (1/9/2026).

Pengerahan kekuatan penuh dilakukan guna mengendalikan sisa area terbakar seluas 67,06 hektare yang tersebar di sejumlah titik prioritas, meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, dan Ogan Ilir.

Peran krusial tim gabungan di garis depan pemadaman darat ditegaskan oleh Kepala BNPB, Suharyanto.

“Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya,” ujar Suharyanto, Minggu, (30/8/2026).

Puluhan Hektare Terbakar di Berbagai Daerah, BNPB Perketat Penanganan Karhutla
Baca Juga

Puluhan Hektare Terbakar di Berbagai Daerah, BNPB Perketat Penanganan Karhutla

Sebanyak 11.567 personel gabungan diterjunkan ke lapangan bersamaan dengan penyaluran paket sarana pemadaman berupa ratusan alat pelindung diri, pompa bertekanan tinggi, selang, dan tandon air fleksibel ke tujuh BPBD kabupaten/kota terdampak.

Operasi pemadaman jalur udara turut diperkuat oleh sembilan armada pesawat dan helikopter yang telah melakukan 27 kali penerbangan operasi modifikasi cuaca dengan 27 ton garam semai, lebih dari 439 jam terbang patroli, serta 237 kali pengeboman air (water bombing) pada kawasan gambut berisiko tinggi.

Meskipun akumulasi luasan lahan terbakar di Sumatera Selatan mengalami penurunan hingga 88 persen selama periode 2023–2025, masyarakat kelompok rentan diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker medis standar demi menghindari gangguan saluran pernapasan.

(Rudi)