Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Urban

Masuk Daftar Global, Proyek IKN Indonesia Jadi Sorotan Tren Pemindahan Ibu Kota Baru Dunia

Roska Putra
Roska Putra
Kamis, 3 September 2026 · 23:141 menit baca
Masuk Daftar Global, Proyek IKN Indonesia Jadi Sorotan Tren Pemindahan Ibu Kota Baru Dunia
Indonesia lewat konsep forest city IKN Nusantara masuk jajaran lima negara dunia yang bangun ibu kota baru untuk wujudkan gaya hidup urban modern berkelanjutan. (Dok. Ist)

Indonesia bersama empat negara lain di dunia tercatat tengah menjalankan proyek pemindahan pusat pemerintahan, dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang mengusung konsep gaya hidup tata kota modern ramah lingkungan (forest city).

Transformasi pusat hunian dan aktivitas birokrasi ke kawasan Penajam Paser Utara tersebut dirancang untuk meredam tekanan urbanisasi Jakarta, mulai dari persoalan penurunan muka tanah, kemacetan, hingga pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Selain Indonesia, tren penataan ruang perkotaan baru di kancah global turut dilakukan oleh Mesir yang telah memindahkan fungsi kementeriannya dari Kairo ke New Administrative Capital sejauh 45 kilometer ke arah timur sebagai pusat bisnis modern.

Kebijakan serupa juga ditempuh oleh Korea Selatan yang mengembangkan kawasan perkotaan pintar terdesentralisasi di Sejong City sejak 2012 guna membagi beban metropolitan Seoul.

Dugaan Buka Kebun Sawit Ilegal, Lahan 20 Meter dari Hutan IKN Diduga Sengaja Dibakar
Baca Juga

Dugaan Buka Kebun Sawit Ilegal, Lahan 20 Meter dari Hutan IKN Diduga Sengaja Dibakar

Sementara itu, inisiatif relokasi pusat pemerintahan masih terus digodok oleh Iran yang mengkaji perpindahan dari Teheran ke pesisir Makran guna menghindari ancaman seismik dan polusi, serta Sudan Selatan yang berencana memindahkan ibu kotanya dari Juba menuju Ramciel.

Konsep tata ruang hijau berkelanjutan yang diusung dalam pembangunan IKN mencerminkan pergeseran gaya hidup modern perkotaan dunia dalam menciptakan pusat administrasi yang lebih sehat, terintegrasi secara cerdas, dan adaptif bagi generasi mendatang.

(Roska)