Min, 07/06/26 · 08.01.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Otorita IKN Gandeng Akademisi Jepang Matangkan Konsep Greater Nusantara

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 7 Juni 2026 · 14:012 menit baca
Otorita IKN Gandeng Akademisi Jepang Matangkan Konsep Greater Nusantara
Otorita IKN menggandeng akademisi dari Jepang untuk mematangkan konsep Greater Nusantara guna mengintegrasikan ekonomi kawasan metropolitan penyangga IKN. (Dok. Humas OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mematangkan strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi melalui konsep Greater Nusantara guna memperluas dampak ekonomi ke wilayah sekitar IKN. Langkah ini dibahas dalam forum Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk kolaborasi regional dan pengembangan kawasan metropolitan bersama akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University, Jumat (5/6/2026).

Konsep Greater Nusantara merupakan perluasan dari konsep Tiga Kota yang diamanatkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2022. Cakupan wilayahnya kini berkembang meliputi IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menjelaskan bahwa perluasan cakupan kerja sama regional ini diperlukan untuk menjawab tantangan pembangunan yang kompleks serta memastikan manfaat ekonomi IKN terdistribusi merata.

 “Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujar Pungky.

Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP
Baca Juga

Hari Lingkungan Hidup, Otorita IKN dan Mitra Tanam 1.153 Pohon di KIPP

Dalam forum tersebut, model kolaborasi antar-pemerintah daerah dari berbagai negara menjadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah Nara Model dari Jepang yang menerapkan kerja sama fleksibel berbasis kebutuhan daerah tanpa membentuk organisasi baru. Selain itu, dibahas pula keberhasilan wilayah Emilia Romagna di Italia dalam menghubungkan UMKM lokal ke pasar global, serta evaluasi efektivitas kerangka hukum koordinasi wilayah Jabodetabekpunjur di Indonesia.

Dampak Ekonomi Mulai Terlihat

Berdasarkan data Kajian Dampak Ekonomi melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP), pembangunan IKN mulai menstimulasi pertumbuhan di daerah mitra. Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen dan penurunan tingkat kemiskinan (P0) sebesar 0,45 persen dibandingkan sebelum proyek berjalan. Kajian tersebut juga menempatkan Balikpapan sebagai gerbang investasi utama, sementara Samarinda dan Kutai Kartanegara menerima dampak ekonomi ikutan (spillover).

Sengkarut Bandara VVIP IKN: Dari Salah Regulasi, Kelebihan Bayar, Hingga “Situs 404” Otorita
Baca Juga

Sengkarut Bandara VVIP IKN: Dari Salah Regulasi, Kelebihan Bayar, Hingga “Situs 404” Otorita

Akademisi dari Toyo University, Norihisa Shima, menekankan pentingnya pembagian fungsi yang jelas dan terintegrasi di setiap daerah penyangga agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat berlipat ganda.

 “IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” kata Shima.

Apresiasi terhadap progres pembangunan juga disampaikan oleh akademisi dari The University of Tokyo, Fumihiko Seta, yang menilai tata kelola kawasan metropolitan akan menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang.

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ungkap Seta.

Melalui penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP) yang diperluas ini, Otorita IKN memproyeksikan kawasan metropolitan baru di Kalimantan Timur tersebut dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

(Dayank Ana)