Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen di Pontianak

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 3 September 2026 · 13:592 menit baca
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen di Pontianak
Muhammadiyah Kalbar intensifkan Poskor Karhutla di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, hadirkan fasilitas Rumah Oksigen dan pusat logistik bantu korban kabut asap. (Dok. HO/TNP)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat mengintensifkan fungsi Pos Koordinasi (Poskor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kompleks SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Jalan Parit H. Husin II, Kamis, (3/9/2026).

Fasilitas tersebut difungsikan sebagai simpul penanganan bencana asap yang mencakup penyediaan ruang Rumah Oksigen bagi warga terdampak, pusat data dan informasi media, serta posko penghimpunan dan penyaluran logistik publik.

Kesiapan sarana edukasi sebagai sentra penanganan krisis kemanusiaan diutarakan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Slamet Rianto.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar. Dalam situasi seperti ini, sekolah juga harus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami siap mendukung Poskor ini dan menjadikan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya Muhammadiyah membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap,” ujar Slamet Rianto, Kamis, (3/9/2026).

Muhammadiyah Kaltara Gelar Salat Istisqa di Dua Lokasi, Ini Jadwal Pelaksanaannya
Baca Juga

Muhammadiyah Kaltara Gelar Salat Istisqa di Dua Lokasi, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Penanaman empati dan tanggung jawab sosial bagi para peserta didik melalui pembukaan posko darurat dipaparkan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Anak-anak juga perlu belajar bahwa ketika masyarakat menghadapi persoalan, sekolah tidak boleh berdiri sendiri. Ada nilai kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab sosial yang harus kita praktikkan bersama,” tuturnya.

Urgensi konsolidasi data, distribusi logistik, serta mobilisasi relawan pemadam lapangan disampaikan oleh Koordinator Poskor sekaligus Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalbar, M. Hermayani Putera.

Masuk Musim Kemarau, BNPB Pantau Sebaran Karhutla dan Krisis Air di Lima Daerah
Baca Juga

Masuk Musim Kemarau, BNPB Pantau Sebaran Karhutla dan Krisis Air di Lima Daerah

“Kami ingin Poskor ini menjadi simpul gotong royong. Penanganan karhutla membutuhkan informasi yang tepat dan akurat, suplai logistik dan peralatan pemadaman api yang memadai, serta relawan dan masyarakat yang ingin membantu. Semuanya perlu dihubungkan agar respons kita lebih cepat dan tepat,” jelas M. Hermayani Putera.

Melalui posko ini, bantuan masyarakat berupa suplemen kesehatan, susu steril, vitamin, masker medis, bahan makanan, hingga peralatan pemadaman ditampung untuk disalurkan kepada warga rentan serta regu relawan di titik api.

Komitmen persyarikatan dalam merespons dampak kesehatan sekaligus mendorong evaluasi pencegahan bencana diuraikan oleh Wakil Ketua PWM Kalbar Bidang Sosial, Lingkungan Hidup, dan Penanggulangan Bencana, Ishak Jumarang.

“Poskor ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk hadir di tengah masyarakat. Kita membantu warga menghadapi dampak kabut asap, tetapi pada saat yang sama kita harus terus mendorong upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang lebih serius,” kata Ishak Jumarang.

Perbaikan tata kelola lingkungan dan pemulihan ekosistem secara berkesinambungan ditegaskan sebagai fokus jangka panjang penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat.

“Jangan hanya sibuk memadamkan api ketika sudah terjadi. Pencegahan harus diperkuat, masyarakat harus dilindungi, ekosistem harus dipulihkan, dan tata kelola lingkungan harus dibenahi. Karhutla adalah persoalan bersama yang membutuhkan kerja bersama,” tegas Ishak.

(Hendrawan)