Sel, 25/08/26 · 14.43.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 25 Agustus 2026 · 20:412 menit baca
Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan
Polres Kubu Raya terjunkan 60 personel BKO Brimob untuk padamkan karhutla di Sungai Raya dan Sungai Kakap di tengah kendala minimnya pasokan air. (Dok. Polres Kubu Raya)

Sebanyak 60 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Korps Brigade Mobil (Brimob) diterjunkan ke Kabupaten Kubu Raya guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terkendala minimnya pasokan air, Selasa, (25/8/2026).

Penerimaan puluhan personel gabungan dari Mako Brimob Pelopor dan Brimobda Polda Bali tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya, Rensa S. Aktadivia, di halaman Polsek Sungai Raya.

Apresiasi atas tambahan perkuatan pasukan Operasi Aman Nusa dipaparkan oleh Kapolres Kubu Raya, Rensa S. Aktadivia.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan rekan-rekan personel BKO Korps Brimob dalam membantu pelaksanaan tugas penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya,” kata Rensa S. Aktadivia, Selasa, (25/8/2026).

300 Pasukan BKO Brimob Kaltim dan Bali Resmi Dikerahkan Polda Kalbar ke 8 Titik Rawan Karhutla
Baca Juga

300 Pasukan BKO Brimob Kaltim dan Bali Resmi Dikerahkan Polda Kalbar ke 8 Titik Rawan Karhutla

Pasukan bantuan tersebut dibagi ke dalam empat regu taktis dan disebar ke zona rawan kebakaran lahan gambut, dengan fokus utama di wilayah hukum Polsek Sungai Raya dan Polsek Sungai Kakap hingga 30 September 2026. Distribusi penugasan lapangan diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Personel BKO akan dibagi menjadi empat regu dan ditempatkan sesuai kebutuhan di titik-titik wilayah rawan karhutla, di antaranya wilayah Polsek Sungai Raya dan Polsek Sungai Kakap. Teknis penugasan akan dikoordinasikan bersama personel Polres Kubu Raya,” ujarnya.

Di tengah penambahan kekuatan darat, krisis sumber air baku akibat kemarau panjang menjadi tantangan utama yang memperlambat pemadaman api di lapisan bawah tanah gambut. Hambatan teknis pemadaman di area rawan diungkapkan dalam keterangannya.

Tangani Dampak Karhutla, Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Poskor dan Rumah Oksigen
Baca Juga

Tangani Dampak Karhutla, Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Poskor dan Rumah Oksigen

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah sumber air yang sangat minim akibat kemarau. Kondisi ini cukup menyulitkan personel dalam melakukan pemadaman di lapangan,” ujar Rensa.

Penguatan sinergi lintas satuan diserukan agar respons cepat terhadap kemunculan titik api baru di areal gambut dapat berjalan optimal. Harapan efektivitas operasi ditegaskan kembali sebagai penutup arahannya.

“Kami berharap selama pelaksanaan tugas dapat terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik demi optimalnya penanganan karhutla di wilayah hukum Polres Kubu Raya,” katanya.

(Tony)