Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat mengaktifkan Pos Koordinasi (Poskor) Penanganan Karhutla terpadu di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak guna merespons dampak kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Selasa, (25/8/2026).
Aksi kemanusiaan terintegrasi lewat skema One Muhammadiyah One Response (OMOR) tersebut melibatkan perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, klinik, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Lazismu, hingga Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Operasionalisasi kekuatan persyarikatan dalam merespons krisis asap diuraikan oleh Wakil Ketua PWM Kalbar, Ishak Jumarang.
“Teknisnya sudah kami lakukan pada 23 Agustus dan hari ini kita operasikan secara riil dengan menghadirkan seluruh unsur Muhammadiyah, termasuk amal usaha, pengusaha, sekolah, kampus, majelis dan lembaga terkait,” ujar Ishak Jumarang, Selasa, (25/8/2026).
Pusat komando di SMA Muhammadiyah 1 disiapkan sebagai dapur logistik penyuplai asupan nutrisi dan air mineral bagi personel pemadam di lapangan, sekaligus mengoperasikan kembali layanan terapi rumah oksigen bagi warga terdampak polusi partikel asap. Reaktivasi ruang pemulihan pernapasan di sejumlah titik lembaga pendidikan dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.
“Rumah oksigen yang sudah tersedia akan kita fungsikan kembali untuk mendukung penanggulangan dampak Karhutla di Kalimantan Barat,” jelas Ishak.
Selain menyiagakan fasilitas di Perguruan Kota Baru dan kampus Ahmad Yani, unit rumah oksigen baru turut dibuka di kawasan Jeruju dengan memanfaatkan kompleks SMK Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak. Keterlibatan lintas majelis dalam menjamin perlindungan sosial serta keselamatan fisik relawan ditekankan dalam penjelasannya.
“Ini merupakan wujud dukungan MDMC dan Lazismu yang kemudian kita perkuat dengan melibatkan seluruh majelis dan lembaga terkait, baik di bidang kesehatan, sosial maupun hukum,” katanya.
Di sisi lain, pentingnya intervensi medis komprehensif disuarakan oleh Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kalbar sekaligus Koordinator Poskor, Hermayani Putra. Konsolidasi terpadu seluruh struktur persyarikatan dipaparkan dalam keterangannya.
“Ini pertemuan kedua kita untuk mengonsolidasikan dan mengoordinasikan semua potensi yang ada di persyarikatan sebagai respons Muhammadiyah dengan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR) terhadap penanganan Karhutla,” ujar Hermayani Putra.
Pemenuhan kebutuhan dasar pemadam kebakaran mulai dari makanan bergizi, cairan pengganti dehidrasi, hingga alat pelindung diri (APD) berstandar menjadi prioritas posko. Fokus proteksi kesehatan regu pemadam kebakaran diuraikan lebih lanjut.
“Kita konsen kepada kesehatan para relawan, juga mengupayakan hadirnya dapur-dapur relawan sehingga bisa menyuplai kebutuhan seperti makanan bergizi, susu, air mineral, APD, dan kebutuhan operasional di lapangan,” jelasnya.
Seluruh mobilitas armada ambulans medis disiagakan di bawah sistem satu komando guna mempermudah akses rujukan darurat bagi masyarakat korban kabut asap pekat. Pentingnya integrasi penanganan satu pintu dipaparkan dalam penjelasannya.
“Kita melihat kebutuhan itu harus satu pintu. Bukan hanya untuk konsolidasi internal, tetapi juga untuk memastikan layanan yang dibutuhkan masyarakat bisa segera diberikan,” katanya.
Penggalangan kemitraan dengan lembaga eksternal di luar persyarikatan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.
“Kita juga ingin menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak di luar Muhammadiyah sehingga gerakan kemanusiaan ini bisa lebih kuat,” kata Hermayani.
(Rudi)