Sab, 22/08/26 · 16.57.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kelompok KKM 32 FISIP Untan Dikawal Pulang Warga Desa Kembali ke Kota Pontianak Usai Mengabdi

Memei
Memei
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 22:473 menit baca
Kelompok KKM 32 FISIP Untan Dikawal Pulang Warga Desa Kembali ke Kota Pontianak Usai Mengabdi
Suasana perjalanan kepulangan mahasiswa KKM Kelompok 32 FISIP Untan dikawal menggunakan mobil pick-up berlatar spanduk posko di jalan raya. (Dok. HO/TNP)

Pengalaman mengabdi di tengah masyarakat selalu meninggalkan kesan yang mendalam, terutama bagi para mahasiswa yang menjalani masa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kisah penuh kehangatan ini dirasakan langsung oleh Bintang Nugrah Pratama bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam KKM Kelompok 32 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) saat menuntaskan pengabdian di Desa Bebatung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

Sebagaimana diceritakan oleh Bintang, perjalanan kelompok mereka dimulai ketika mereka berangkat meninggalkan Kota Pontianak menuju lokasi penempatan pada Minggu (19/07), untuk kemudian menempati posko di BUMDes Dusun Agak Hulu.

Sejak hari pertama menginjakkan kaki di desa tersebut, Bintang menuturkan bahwa sambutan hangat dari warga setempat langsung meruntuhkan segala kecanggihan jarak dan perbedaan latar belakang.

“Sesampainya di Desa Bebatung, kami disambut dengan baik oleh warga Dusun Agak Hulu. Warga menerima kami dengan ramah dan membantu kami selama tinggal di sana. Seiring berjalannya waktu, kami mulai dekat dengan warga dan merasa nyaman tinggal di Dusun Agak Hulu,” ujar Bintang mengenang awal kedatangan mereka.

Karhutla Kepung Kalimantan, Sultan Melvin Minta Penegak Hukum Usut Pembakar Lahan
Baca Juga

Karhutla Kepung Kalimantan, Sultan Melvin Minta Penegak Hukum Usut Pembakar Lahan

Bintang menjelaskan bahwa selama satu bulan penuh terhitung dari 21/07 hingga 20/08, hari-hari mereka diisi dengan berbagai program kerja dan kegiatan bersama masyarakat tanpa sekat.

Selama berada di lokasi, kelompok mereka aktif membantu proses belajar-mengajar di sekolah, membimbing siswa, terlibat langsung dalam pelayanan Posyandu serta kegiatan kesehatan bersama Puskesmas, hingga mengajak anak-anak dan ibu-ibu desa mengikuti kegiatan senam sehat bersama.

Selain bidang kesehatan dan pendidikan, Bintang menambahkan bahwa keterlibatan mereka di tengah masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong.

“Selain prorgam, kami juga ikut kerja bakti, memasang nomor rumah, membantu kegiatan 17 Agustus, dan kegiatan masyarakat lainnya. Selama satu bulan di Desa Bebatung, kami mendapatkan banyak pengalaman baru. Kami belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat, bekerja sama, saling membantu, dan ikut terlibat dalam kegiatan yang ada di desa,” lanjut Bintang merinci ragam aktivitas pengabdian kelompoknya.

Buka Turnamen Mini Soccer, Wawako Bahasan Siapkan Hadiah Motor dan Puluhan Juta
Baca Juga

Buka Turnamen Mini Soccer, Wawako Bahasan Siapkan Hadiah Motor dan Puluhan Juta

Banyaknya aktivitas harian yang dilalui bersama membuat hari-hari berlalu begitu cepat, meninggalkan ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dan warga Dusun Agak Hulu.

Puncak haru terasa ketika masa pengabdian resmi ditutup pada Kamis, (20/08). Rencana kepulangan rombongan mahasiswa menuju Kota Pontianak dijadwalkan pada keesokan harinya. Suasana perpisahan diwarnai rasa berat hati karena harus berpisah dengan warga yang telah memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri.

Namun, di balik kesedihan perpisahan tersebut, ada sebuah gestur luar biasa yang ditunjukkan oleh warga dan perangkat desa. Para mahasiswa dibuat teramat terkesan karena mereka tidak hanya dilepas begitu saja, melainkan diantar langsung oleh perangkat desa meninggalkan Kabupaten Landak hingga tiba dengan selamat di depan rumah masing-masing di Kota Pontianak yang berjarak 111 Kilometer dan biasa ditempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam dari Desa tempat mereka KKM.

“Setelah kegiatan KKM selesai pada tanggal, kami pulang ke Pontianak besoknya. Kepulangan kami menjadi momen yang cukup mengharukan karena harus berpisah dengan warga yang sudah menerima kami dengan baik. Yang membuat kami semakin terkesan, perangkat desa mengantarkan kami dari Desa Bebatung sampai ke Pontianak, bahkan sampai ke rumah kami masing-masing,”*ungkap Bintang.

Perjalanan panjang dari pedalaman Kabupaten Landak menuju Kota Pontianak ditutup dengan pengantaran penuh kepedulian tersebut. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan yang terjalin selama satu bulan telah melebur menjadi ikatan kekerabatan yang tulus.

Kelompok 32 KKM FISIP Untan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Bebatung, seluruh perangkat desa, serta warga Dusun Agak Hulu yang telah merawat, membimbing, dan menemani perjalanan pengabdian mereka hingga tuntas.

(Memei)