Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Dikepung Kabut Asap, Warga Palangka Raya Mengular Berjam-Jam Beli BBM Bersubsidi

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Selasa, 15 September 2026 · 16:302 menit baca
Dikepung Kabut Asap, Warga Palangka Raya Mengular Berjam-Jam Beli BBM Bersubsidi
Dikepung kabut asap tebal dengan kualitas udara berbahaya, warga Palangka Raya keluhkan antrean panjang BBM bersubsidi di SPBU hingga berjam-jam. (Dok. Ist)

Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengeluhkan antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang mengular hingga berjam-jam di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tengah paparan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, (15/9/2026).

Kondisi antrean kendaraan bermotor terpantau mencapai lebih dari 500 meter sejak pukul 06.00 WIB, bertepatan dengan jam keberangkatan kerja serta sekolah saat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan angka Indeks Kualitas Udara (AQI) menyentuh 277. Hambatan aktivitas harian akibat lamanya waktu mengantre bahan bakar diungkapkan oleh salah seorang pekerja swasta di Palangka Raya, Andre (37).

”Tentu saja ini mengganggu jam kerja dan kegiatan warga. Saya sampai izin telat ke kantor waktu itu,” kata Andre, Selasa, (15/9/2026).

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Dipulangkan
Baca Juga

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Dipulangkan

Keluhan serupa terkait beban ganda krisis lingkungan dan kesulitan akses energi diutarakan oleh warga setempat lainnya, Nur Alfiah (42).

”Sudah napas sesak, rawat penyakit, dapat BBM pun sulit,” keluhnya.

Persoalan pasokan energi di Palangka Raya sebelumnya sempat ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming di SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 12 pada Kamis (10/9/2026). Instruksi pengawalan ketersediaan stok bahan bakar di lapangan ditegaskan oleh pucuk pimpinan tersebut saat berdialog dengan petugas dan warga.

”Besok tidak boleh antre begini, ya. Kita pastikan barangnya ada terus,” kata Gibran.

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana
Baca Juga

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana

Kendati telah mendapat perhatian pemerintah pusat, kepadatan kendaraan di jalur pengisian bahan bakar subsidi masih berlangsung hingga sepekan terakhir. Fenomena lonjakan permintaan diuraikan oleh pihak penyedia energi sebagai dampak disparitas harga bahan bakar nonsubsidi. Peningkatan porsi konsumsi jenis pertalite tersebut dipaparkan oleh Sales Area Retail Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya.

”Kami hitung kurang lebih sekitar 7 persen untuk seluruh Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Donny.

Pihak Pertamina menyatakan telah menambah pasokan BBM sebesar 10 persen dari alokasi normal untuk mencukupi kuota harian Kalimantan Tengah yang rata-rata mencapai 270 kiloliter per hari guna mengurai antrean kendaraan.

Selain pergeseran konsumsi masyarakat, rantai pasok dari Terminal BBM Pulang Pisau menuju Palangka Raya sempat terkendala jarak pandang sopir truk tangki yang terbatas akibat kepungan kabut asap tebal. Komitmen koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran suplai logistik energi diterangkan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

”Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Kita ingin distribusi BBM tetap berjalan dan antrean ini bisa segera terurai,” katanya.

(Tony)