Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Uji Kebugaran dan Keseimbangan Warga

Memei
Memei
Selasa, 8 September 2026 · 15:441 menit baca
Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Uji Kebugaran dan Keseimbangan Warga
Peringati Hari Fisioterapi Sedunia 2026, RSUD SSMA Pontianak gelar skrining kebugaran 6MWT dan Fukuda Stepping Test untuk deteksi fungsi fisik warga. (Dok. Prokopim Pontianak)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar pemeriksaan kebugaran fisik dan keseimbangan tubuh gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia 2026, Selasa, (8/9/2026).

Pemeriksaan kesehatan bertema “Melangkah untuk Sehat” tersebut difokuskan untuk mendeteksi kapasitas fungsional tubuh dan potensi gangguan keseimbangan motorik sejak dini melalui dua metode klinis, yakni 6-Minute Walk Test (6MWT) dan Fukuda Stepping Test.

Fungsi dari kedua instrumen pengujian gerak fisik tersebut dijelaskan oleh Tim Fisioterapis RSUD SSMA Pontianak, Deni Dwi Yulianti.

“Kedua pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fungsional, kebugaran, serta keseimbangan tubuh,” jelasnya, Selasa, (8/9/2026).

Kabut Asap Selimuti Pontianak, 1.000 Paket Sembako Dibagikan ke Driver Ojol
Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Pontianak, 1.000 Paket Sembako Dibagikan ke Driver Ojol

Pada uji jalan enam menit, ketahanan kardiorespirasi dan batas toleransi tubuh terhadap aktivitas fisik diukur saat peserta melangkah secara konstan. Sementara itu, tes melangkah di tempat dengan mata tertutup diterapkan melalui metode Fukuda guna mendeteksi kecenderungan penyimpangan orientasi postural dan gangguan vestibular.

Aktivitas gerak teratur dinilai tidak harus membebani tubuh dengan intensitas berat, melainkan cukup disesuaikan dengan profil fisiologis tiap individu. Pentingnya pemeliharaan fungsi gerak tubuh tanpa menunggu serangan penyakit ditegaskan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Kita tidak harus menunggu sakit untuk mulai bergerak. Mengenali kemampuan tubuh dan menjaganya melalui aktivitas fisik yang sesuai merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup,” tambahnya.

Peran fisioterapi preventif dipaparkan tidak sebatas menangani terapi rehabilitasi pascacedera atau pascasakit berat, melainkan meluas pada mitigasi faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke sejak dini.

Target Pendapatan Meleset, Perubahan APBD Pontianak 2026 Kunci Layanan Dasar
Baca Juga

Target Pendapatan Meleset, Perubahan APBD Pontianak 2026 Kunci Layanan Dasar

Ajakan membiasakan jalan kaki terukur demi memperpanjang usia fungsional organ tubuh disampaikan sebagai penutup kegiatan.

“Melangkah untuk sehat bukan sekadar tentang seberapa jauh kita berjalan, tetapi tentang bagaimana setiap langkah menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Mari bergerak, melangkah, dan bersama-sama menjaga kesehatan serta mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan stroke,” tutupnya.

(Memei)