Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Target Pendapatan Meleset, Perubahan APBD Pontianak 2026 Kunci Layanan Dasar

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 7 September 2026 · 13:511 menit baca
Target Pendapatan Meleset, Perubahan APBD Pontianak 2026 Kunci Layanan Dasar
Perubahan APBD Pontianak 2026 disesuaikan akibat target pendapatan meleset, Pemkot kunci alokasi untuk program prioritas kesehatan, pendidikan, dan proyek waterfront. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mengalihkan fokus Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk penyesuaian target pendapatan yang tidak tercapai serta penuntasan program pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan, Senin, (7/9/2026).

Langkah rasionalisasi pos penerimaan dan penajaman efektivitas alokasi belanja daerah tersebut dipaparkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, usai Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan APBD 2026 di Kantor DPRD Kota Pontianak.

“Perubahan APBD ini dimungkinkan sesuai aturan. Jadi disebabkan karena ada penyesuaian, penyempurnaan, dan efektivitas, termasuk target-target pendapatan yang kita rencanakan,” ujarnya, Senin, (7/9/2026).

Percepat Belanja Modal, Sekda Pontianak Minta Pengelola Kuasai E-Katalog Versi 6
Baca Juga

Percepat Belanja Modal, Sekda Pontianak Minta Pengelola Kuasai E-Katalog Versi 6

Defisit pada beberapa sektor pendapatan daerah menuntut perombakan postur anggaran agar neraca keuangan tetap seimbang hingga tutup tahun anggaran pada Desember 2026, terutama dalam menuntaskan belanja modal dan pembangunan fisik yang sudah berjalan sejak anggaran murni.

Alokasi perubahan diprioritaskan guna memenuhi cakupan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC) BPJS Kesehatan serta renovasi gedung fasilitas pelayanan medis.

Komitmen pembenahan sarana kesehatan dan sektor pendidikan diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Ada penyelesaian perbaikan rumah sakit, termasuk puskesmas. Jadi sektor kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas,” katanya.

Udara Masuk Kategori Berbahaya, AIMI Kalbar Salurkan Ratusan Masker Khusus Anak
Baca Juga

Udara Masuk Kategori Berbahaya, AIMI Kalbar Salurkan Ratusan Masker Khusus Anak

Terkait kelanjutan penataan kawasan tepian sungai (waterfront), pembiayaan proyek yang tengah berjalan dipastikan bersumber dari anggaran murni tahun 2026 dan bukan berasal dari pos anggaran perubahan, mengingat proses lelang baru tuntas pada rentang Juni hingga Juli lalu.

Batas waktu penuntasan pembongkaran fisik serta rencana alokasi tahap berikutnya ditegaskan kembali sebagai penutup keterangan.

“Selanjutnya nanti kita lanjutkan di 2027. Yang sekarang sudah dibongkar, penyelesaiannya paling lama Desember,” pungkasnya.

(Hendrawan)