Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Redam Polarisasi Digital, 400 Pengurus Lembaga Keagamaan Pontianak Dibina

Memei
Memei
Senin, 7 September 2026 · 13:412 menit baca
Redam Polarisasi Digital, 400 Pengurus Lembaga Keagamaan Pontianak Dibina
Sebanyak 400 pengurus lembaga keagamaan di Pontianak dibina guna memperkuat literasi digital, meredam polarisasi medsos, dan merawat toleransi beragama. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 400 pengurus organisasi keagamaan lintas iman mengikuti program pembinaan penguatan literasi digital, toleransi, dan silaturahmi di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak guna meredam potensi polarisasi informasi di media sosial, Senin, (7/9/2026).

Pentingnya kemampuan memilah arus kabar di dunia maya agar tidak menimbulkan gesekan sosial dipaparkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka agenda tersebut.

“Media sosial ini rawan juga, tetapi kadang-kadang juga bisa menjadi ruang pencerahan. Karena itu perlu kedewasaan, wawasan, dan logika berpikir,” katanya, Senin, (7/9/2026).

Potensi Hujan Meningkat, Kepala BNPB Tambah Armada Modifikasi Cuaca di Kalbar
Baca Juga

Potensi Hujan Meningkat, Kepala BNPB Tambah Armada Modifikasi Cuaca di Kalbar

Jaminan ruang beribadah yang kondusif di tengah heterogenitas suku dan agama diakui menjadi komitmen utama pemerintah daerah melalui penguatan komunikasi warga. Prinsip kebebasan memeluk keyakinan berlandaskan falsafah dasar negara diuraikan lebih lanjut dalam penuturannya.

“Pemerintah Kota Pontianak berupaya selalu memberikan ruang kebebasan beragama. Kuncinya adalah literasi, toleransi, dan bagaimana kita menjadikan kota ini harmonis, aman, sejahtera, serta tenang dalam beribadah,” ujarnya.

Peran aktif para tokoh agama dinilai sangat dibutuhkan demi menjaga stabilitas sosial yang menopang target pembangunan daerah. Kewajiban negara dalam menjamin rasa tentram bagi seluruh lapisan masyarakat ditegaskan kembali dalam arahannya.

“Pemerintah berupaya untuk menyejahterakan dan membahagiakan masyarakat. Itu menjadi tugas dan kewajiban,” katanya.

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan
Baca Juga

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan

Penguatan konsep moderasi beragama sebagai instrumen penjaga stabilitas keamanan kota disampaikan secara paralel oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ruslan.

“Sesuai dengan visi yang diusung Pak Wali Kota, yaitu mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota yang bersahabat, maka dalam pembinaan keagamaan yang kita kedepankan adalah semangat toleransi dan moderasi beragama,” ujarnya.

Iklim sosial yang kondusif diakui sebagai prasyarat mutlak sebelum agenda pembangunan fisik maupun rohani direalisasikan secara menyeluruh. Keterkaitan antara aspek keamanan wilayah dengan kesinambungan proses pembangunan dibeberkan dalam keterangannya.

“Ini kunci untuk melaksanakan pembangunan. Jika Kota Pontianak tidak aman dan damai, tentu sulit mewujudkan pembangunan, baik lahir maupun batin,” jelasnya.

Arahan konsisten kepada para pemimpin majelis taklim dan rumah ibadah agar terus mengedukasi jemaah dengan nilai-nilai persaudaraan ditegaskan sebagai penutup pemaparan Kemenag.

“Kami berharap semua lembaga keagamaan di Kota Pontianak senantiasa melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada umat beragama yang mengarah pada toleransi, moderasi beragama, dan semangat kekeluargaan,” ujarnya.

(Memei)