Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Krisis Kekeringan dan Karhutla Mengancam, GMNI Bersama Pemprov Pasok Air Bersih di Kalbar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 9 September 2026 · 23:231 menit baca
Krisis Kekeringan dan Karhutla Mengancam, GMNI Bersama Pemprov Pasok Air Bersih di Kalbar
DPD GMNI bersama Pemprov Kalbar salurkan air bersih dan layak minum bagi warga terdampak krisis El Nino serta karhutla guna bantu kelompok rentan. (Dok. GMNI Kalbar)

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat bersama Pengurus Provinsi Karang Taruna dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan pasokan air bersih serta air layak minum kepada warga terdampak krisis kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, (9/9/2026).

Langkah penanganan kemanusiaan tersebut digelar menyusul meluasnya imbas fenomena anomali iklim El Nino dan bencana kabut asap yang memicu kelangkaan serta lonjakan harga air minum di berbagai kawasan pemukiman.

Tekanan keterbatasan pasokan air bersih dinilai menghantam kelompok masyarakat rentan, mencakup ibu hamil, balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia yang berdomisili di sekitar kawasan terpapar karhutla.

Tanggung jawab moral elemen mahasiswa dalam merespons krisis kebutuhan pokok publik diuraikan oleh Ketua DPD GMNI Kalimantan Barat, Umam. Keseimbangan antara penyampaian kritik kebijakan dan implementasi langkah taktis di lapangan ditegaskan langsung dalam keterangannya.

Krisis Air Bersih Meluas, Ratusan Warga Arang Limbung Kubu Raya Padati Truk Meriam Air Polisi
Baca Juga

Krisis Air Bersih Meluas, Ratusan Warga Arang Limbung Kubu Raya Padati Truk Meriam Air Polisi

“Permasalahan ini bukan hanya kritik yang perlu disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab kewargaan atau civic responsibility. Tetapi harus dibarengi dengan aksi kemanusiaan atau humanitarian action. Keduanya harus berjalan secara seimbang dalam menyikapi situasi yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat,” ungkapannya.

Sinergi lintas organisasi kepemudaan bersama jajaran aparatur daerah diarahkan untuk menjaga kontinuitas distribusi pasokan air minum ke titik-titik permukiman yang paling parah mengalami kekeringan sumber air baku.

Pemerintah daerah beserta pemangku kepentingan didorong untuk memperluas skema intervensi hidrologis darurat agar ketersediaan air bersih tetap terjamin selama masa tanggap darurat El Nino dan karhutla belum berakhir di Kalimantan Barat.

(Rudi)