Min, 26/07/26 · 09.08.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Bakal Revitalisasi SDN 14 Jadi Museum Sejarah Kota

Memei
Memei
Minggu, 26 Juli 2026 · 14:552 menit baca
Pemkot Pontianak Bakal Revitalisasi SDN 14 Jadi Museum Sejarah Kota
Pemkot Pontianak berencana merevitalisasi SDN 14 menjadi museum sejarah kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono ajak warga jaga cagar budaya Tanah Seribu. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak berencana merevitalisasi bangunan Sekolah Dasar Negeri 14 menjadi museum fungsional sebagai pusat penyimpanan dan pelestarian warisan budaya benda maupun takbenda.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai membuka Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu di Taman Alun Kapuas, Minggu, (26/7/2026).

Edi mengajak masyarakat untuk memahami kembali sejarah cikal bakal berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 yang tidak terlepas dari peran kawasan Tanah Seribu atau Duizend Vierkante Paal.

“Kota Pontianak didirikan pada tahun 1771. Tanah Seribu merupakan salah satu lembaran penting yang memaknai dinamika sejarah cikal bakal berdirinya Kota Pontianak,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Minggu, (26/7/2026).

Pemprov Kalbar Siapkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus Mendatang
Baca Juga

Pemprov Kalbar Siapkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Agustus Mendatang

Lahirnya kesepakatan Tanah Seribu antara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan pihak VOC pada masa lampau membentuk dua karakter kawasan yang khas. Wilayah sekitar Istana Kadriah berkembang dengan arsitektur kayu tradisional rumah panggung, sedangkan kawasan selatan tumbuh sebagai pusat administrasi kolonial bergaya Eropa.

Sejumlah struktur bersejarah seperti Kantor Pos, Istana Kadriah, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, SD Negeri 14, hingga Rumah Sakit Jiwa kini telah berstatus cagar budaya dari tingkat kota hingga nasional.

“Bangunan-bangunan tersebut bukan bangunan biasa. Di dalamnya tersimpan jejak sejarah perkembangan Kota Pontianak sehingga layak disebut sebagai museum hidup,” kata Edi.

Pendirian museum di bekas bangunan SDN 14 tersebut ditargetkan menjadi ruang edukasi publik sekaligus tempat penyimpanan artefak serta narasi sejarah kota.

Pemkot Pontianak Ancam Segel Lahan dan Proses Hukum Pelaku Pembakaran Lahan
Baca Juga

Pemkot Pontianak Ancam Segel Lahan dan Proses Hukum Pelaku Pembakaran Lahan

Imbauan turut disampaikan kepada masyarakat, akademisi, komunitas, maupun pelaku usaha untuk menyerahkan koleksi benda bersejarah pribadi agar dapat dirawat serta dipamerkan di museum resmi.

“Lebih baik disimpan di museum agar dapat disaksikan masyarakat dan menjadi cerita Pontianak tempo dulu,” tutur Edi.

Upaya penataan kawasan bersejarah seperti Pasar Tengah, Kampung Beting, dan tepian Sungai Kapuas juga terus didorong agar menjadi destinasi budaya berbasis kearifan lokal.

Dukungan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memajukan sektor pariwisata berbasis sejarah di Kota Pontianak.

“Saya yakin kegiatan seperti ini dapat menjadi destinasi wisata berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan cagar budaya Kota Pontianak,” pungkas Edi.

Dorong Ekonomi Inklusif, Wali Kota Pontianak Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Baca Juga

Dorong Ekonomi Inklusif, Wali Kota Pontianak Tekankan Sinergi Lintas Sektor

Festival Budaya Khatulistiwa yang digelar pada 24 hingga 26 Juli 2026 tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelestarian cagar budaya dan identitas sejarah Kota Pontianak.

(Memei)