Kam, 27/08/26 · 07.15.51
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Raih Predikat Terbaik I se-Kalbar, Pemkot Pontianak Perkuat Kualitas Tata Kelola APBD

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 27 Agustus 2026 · 12:512 menit baca
Raih Predikat Terbaik I se-Kalbar, Pemkot Pontianak Perkuat Kualitas Tata Kelola APBD
Pemkot Pontianak raih penghargaan Terbaik I IPKD se-Kalbar untuk klaster fiskal sangat tinggi, Wali Kota Edi tekankan perbaikan mutu perencanaan dan serapan APBD. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meraih penghargaan Terbaik I Pengelolaan Keuangan Daerah se-Kalimantan Barat untuk kategori klaster kemampuan fiskal daerah “sangat tinggi” tahun anggaran 2024, Kamis, (27/8/2026).

Penghargaan berbasis Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tersebut diberikan atas efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas tata kelola anggaran publik di lingkup Pemkot Pontianak.

Pernyataan rasa syukur atas capaian kinerja tata kelola fiskal daerah disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Pontianak kembali mendapat penghargaan sebagai terbaik pertama dalam pengelolaan keuangan daerah untuk klaster kemampuan keuangan daerah sangat tinggi se-Kalimantan Barat,” ujarnya, Kamis, (27/8/2026).

Kejati Kembalikan Hibah Gedung Parkir Rp19,1 Miliar ke Pemprov Kalbar
Baca Juga

Kejati Kembalikan Hibah Gedung Parkir Rp19,1 Miliar ke Pemprov Kalbar

Apresiasi tersebut ditegaskan menjadi pendorong bagi seluruh jajaran birokrasi daerah guna meningkatkan integrasi tahapan perencanaan hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban APBD. Disiplin siklus penganggaran daerah ditekankan dalam keterangannya.

“Pengelolaan keuangan daerah harus terus kita perbaiki. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penyerapan, sampai pelaporan harus semakin tertib dan akuntabel,” katanya.

Pengukuran IPKD mencakup enam dimensi penilaian, meliputi kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran, alokasi anggaran belanja APBD, transparansi informasi keuangan, realisasi penyerapan dana, ketahanan kondisi fiskal, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas LKPD. Prinsip dasar tata kelola anggaran berbasis kinerja diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Artinya, keuangan daerah tidak hanya soal berapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi bagaimana anggaran itu direncanakan, dialokasikan, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah Utama Rp500 Juta Undian Nasional Simpeda di Bengkulu
Baca Juga

Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah Utama Rp500 Juta Undian Nasional Simpeda di Bengkulu

Evaluasi berkala tetap diproyeksikan pada sektor pengalokasian pos belanja agar postur fiskal kota senantiasa sehat dan memberi manfaat langsung bagi pembangunan. Sikap kritis terhadap performa birokrasi dipaparkan dalam pemaparannya.

“Kita tentu bersyukur, tetapi tidak boleh berpuas diri. Masih ada ruang perbaikan yang harus kita tindaklanjuti agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik,” ujarnya.

Kinerja kolektif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga kepatuhan pelaporan keuangan diapresiasi sebagai penutup pernyataannya.

“Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja menjaga tata kelola keuangan daerah. Capaian ini adalah hasil kolaborasi dan komitmen bersama,” ucapnya.

(Tony)