Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tangani Titik Api di Konsesi, Mayawana Persada Siapkan Tambahan 100 Personel Pemadam

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 2 September 2026 · 18:063 menit baca
Tangani Titik Api di Konsesi, Mayawana Persada Siapkan Tambahan 100 Personel Pemadam
Padamkan titik api di konsesi, PT Mayawana Persada siapkan 100 personel tambahan dan koordinasikan alat berat dengan KPH guna buat sekat bakar hadapi puncak El Nino. (Dok. Dayank/Nusantara Post)

PT Mayawana Persada menambah 100 personel cadangan guna memperkuat 170 petugas tanggap darurat yang tengah memadamkan sejumlah titik api di wilayah konsesi perusahaan di Kalimantan Barat, Rabu, (2/9/2026).

Langkah penambahan kekuatan personel di delapan posko kebakaran tersebut disiapkan untuk mendukung rotasi tim pemadam yang telah bertugas di lapangan sejak Agustus lalu.

Rencana operasional pemadaman dan penambahan kekuatan di lapangan disampaikan oleh Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman.

“Jadi ya, kita pemrograman ke depan, yang pertama adalah bagaimana kita sekarang bergerak secepat mungkin untuk menuntaskan kebakaran ini tidak meluas dan segera bisa dipadamkan. Tentunya yang pertama ada peningkatan personel di perusahaan, personel tanggap darurat Karhutla. Itu sekarang sudah ada 170 personel, dan ini kita lagi menyiapkan 100 personel lagi untuk persiapan cadangan ataupun rotasi dengan tim yang sudah berjalan di bulan Agustus,” ujar Iwan Budiman, Rabu, (2/9/2026).

Perkuat Penanganan Karhutla, Mayawana Serahkan Pompa Pemadam ke DLHK Kalbar
Baca Juga

Perkuat Penanganan Karhutla, Mayawana Serahkan Pompa Pemadam ke DLHK Kalbar

Keterlibatan warga lokal dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di posko pemantauan desa diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Kemudian terkait dengan yang lain, bahwa ini harus kita melakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Saat ini masyarakat sudah terlibat di dalam tim pemadam kebakaran yang di lapangan. Mereka sudah bergabung di posko-posko kami yang difasilitasi oleh para kepala desa, dan juga Masyarakat Peduli Api sudah mulai bergabung di posko kami. Mudah-mudahan ini akan mempercepat untuk penanggulangan kebakaran hutan di Kalimantan Barat, khususnya yang berada di konsesi kami,” katanya.

Penyaluran sarana pemadam secara berkala ke wilayah sekitar konsesi, termasuk ke Desa Padu Banjar dan Yayasan Palung, dipaparkan dalam wawancara tersebut.

“Kemudian untuk sarana dan prasarana, kita terus berjalan seiring dengan situasi dan kondisi. Dengan sarana prasarana yang sudah ada, kita pun tambah lagi. Sekarang baik itu secara internal maupun terhadap kebutuhan yang ada di sekitar konsesi kami. Salah satunya adalah yang kita berikan pada hari ini. Dan ini adalah pemberian yang kedua. Sebelumnya kita sudah memberikan bantuan alat pemadam ke Desa Padu Banjar, kemudian ke Yayasan Palung. Itu dua set kita berikan,” ujarnya.

Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api
Baca Juga

Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api

Rencana pengerahan armada alat berat guna membangun sekat bakar dan embung penampungan air bersama KPH wilayah diuraikan dalam pemaparannya.

“Dan untuk langkah ke depan, melihat bahwa September ini adalah puncak dari El Nino ini, kita sudah berkoordinasi, nanti akan melanjutkan lagi berkoordinasi dengan KPH yang berada di tapak, bahwa kita akan alokasikan bantuan alat berat untuk membantu membuat embung-embung air ataupun sekat kanal, sekat bakar, bilamana di lapangan dibutuhkan. Ini tim dari tim alat berat sudah kami siapkan mulai dari hari ini dan kita akan berkoordinasi dengan KPH Kayong dan KPH Ketapang, dan mungkin dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar juga,” tuturnya.

Keberadaan sebaran titik panas di areal konsesi perusahaan dikonfirmasi secara terbuka oleh pihak manajemen.

“Di lokasi kami ada terdampak, beberapa titik hotspot ada berada di wilayah konsesi kami. Dan ini yang sedang kita lakukan upaya pemadaman dengan tadi, 170 personel, 8 posko kebakaran. Itu sedang berjuang sekarang untuk menyelesaikan upaya pemadaman,” jelasnya.

Kendala pengukuran luasan kebakaran akibat pekatnya kabut asap yang menutup pantauan citra satelit dan drone dipaparkan dalam keterangannya.

Titik Api Meluas, Pemkab Landak Bahas Usulan Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari
Baca Juga

Titik Api Meluas, Pemkab Landak Bahas Usulan Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari

“Sampai saat ini masih dihitung. Tim kami karena citra Landsat dan drone belum bisa diterbangkan karena masih tertutup awan (asap). Jadi nanti setelah mungkin agak berkurang asap yang berada di kawasan, nanti kita akan melakukan pengukuran terhadap areal yang terdampak,” katanya.

Komitmen korporasi dalam mendukung penanganan kabut asap di Kalimantan Barat ditegaskan sebagai penutup wawancara.

“Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab, kepedulian, dan juga empati terhadap situasi dan kondisi di Kalimantan Barat ini. Kita sektor swasta memberikan kepeduliannya dalam bentuk,” pungkasnya.

(Dayank Ana)