Nelayan dan masyarakat pesisir Wilayah Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, kini memiliki bekal baru untuk menghadapi ketidakpastian cuaca di laut. Universitas Panca Bhakti Pontianak bersama BMKG Maritim Stasiun Pontianak dan DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Kubu Raya menggelar kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bertema “Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Keselamatan dan Peningkatan Produktivitas Hasil Tangkap” di Pondok Muara Kakap, Pelabuhan Perikanan Sungai Kakap, Rabu (25/6/2026).
Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya ketergantungan aktivitas melaut terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan Kalimantan Barat. Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi kerap menimbulkan risiko keselamatan sekaligus memengaruhi hasil tangkapan nelayan.
Narasumber dari BMKG Maritim Stasiun Pontianak, Randy Ardianto, memaparkan cara membaca dan memanfaatkan prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, serta kanal-kanal resmi BMKG yang dapat diakses melalui telepon genggam.
“Informasi cuaca maritim bukan sekadar angka dan gambar. Ketika dibaca dengan benar, informasi ini menjadi penentu keselamatan nelayan sekaligus panduan menentukan waktu terbaik untuk melaut,” ujarnya.

