Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

UPB dan BMKG Latih Nelayan Sungai Kakap Baca Cuaca Maritim untuk Keselamatan dan Hasil Tangkap

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 2 Juli 2026 · 11:472 menit baca
UPB dan BMKG Latih Nelayan Sungai Kakap Baca Cuaca Maritim untuk Keselamatan dan Hasil Tangkap
Universitas Panca Bhakti bersama BMKG Maritim Stasiun Pontianak dan HNSI Kubu Raya latih nelayan Sungai Kakap memanfaatkan informasi iklim dan prakiraan cuaca maritim untuk meningkatkan keselamatan. (Dok. HO/TNP)

Nelayan dan masyarakat pesisir Wilayah Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, kini memiliki bekal baru untuk menghadapi ketidakpastian cuaca di laut. Universitas Panca Bhakti Pontianak bersama BMKG Maritim Stasiun Pontianak dan DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Kubu Raya menggelar kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bertema “Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Keselamatan dan Peningkatan Produktivitas Hasil Tangkap” di Pondok Muara Kakap, Pelabuhan Perikanan Sungai Kakap, Rabu (25/6/2026).

Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya ketergantungan aktivitas melaut terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan Kalimantan Barat. Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi kerap menimbulkan risiko keselamatan sekaligus memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Narasumber dari BMKG Maritim Stasiun Pontianak, Randy Ardianto, memaparkan cara membaca dan memanfaatkan prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, serta kanal-kanal resmi BMKG yang dapat diakses melalui telepon genggam.

“Informasi cuaca maritim bukan sekadar angka dan gambar. Ketika dibaca dengan benar, informasi ini menjadi penentu keselamatan nelayan sekaligus panduan menentukan waktu terbaik untuk melaut,” ujarnya.

Wagub Kalbar Ingatkan 746 Wisudawan UPB: IPK Tinggi Tak Cukup Tanpa Jaringan
Baca Juga

Wagub Kalbar Ingatkan 746 Wisudawan UPB: IPK Tinggi Tak Cukup Tanpa Jaringan

Sigit Sugiardi dari UPB menambahkan dimensi ekonomi dari pemahaman iklim. Ia menjelaskan bagaimana pola musim dan kondisi perairan dapat membantu nelayan mengelola biaya operasional, menentukan lokasi tangkap yang potensial, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil laut.

“Nelayan yang cerdas iklim adalah nelayan yang lebih selamat sekaligus lebih sejahtera. Informasi iklim harus kita ubah menjadi keputusan melaut yang tepat,” katanya.

Kegiatan dihadiri Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Kubu Raya Deni bersama Wakil Ketua Busryo, tokoh masyarakat dan aparat Desa Sungai Kakap, perwakilan TNI Angkatan Laut, dosen UPB, serta mahasiswa yang terlibat langsung dalam pendampingan lapangan.

Tutup Mata Kuliah, Mahasiswa Manajemen UPB Pelajari Praktik Pengambilan Keputusan di Kadin Kalbar
Baca Juga

Tutup Mata Kuliah, Mahasiswa Manajemen UPB Pelajari Praktik Pengambilan Keputusan di Kadin Kalbar

Deni menyambut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap nelayan. “Bekal informasi iklim ini sangat berarti bagi keselamatan nelayan kami, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak anggota HNSI di Kubu Raya,” ujarnya.

Ketua kegiatan Dina Octaviani berharap pemahaman yang diperoleh tidak berhenti pada hari pelaksanaan, melainkan menjadi budaya baru di kalangan nelayan Sungai Kakap.

“Kami ingin hasil kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini. Harapannya, kebiasaan memanfaatkan informasi iklim menjadi budaya baru di kalangan nelayan Sungai Kakap,” pungkasnya.

(Rudi)