Sen, 31/08/26 · 04.03.09
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Banyak Kesalahan Kim Min Sun Harus Puas Jadi Runner Up POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 30 Agustus 2026 · 16:391 menit baca
Banyak Kesalahan Kim Min Sun Harus Puas Jadi Runner Up POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Tunggal putri Korea Selatan Kim Min Sun akui faktor kelelahan fisik jadi pemicu kekalahan dari wakil India Tanvi Patri di final Pontianak International Challenge 2026. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, Kim Min Sun, harus merelakan gelar juara ajang POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 usai ditundukkan wakil India, Tanvi Patri. Berlaga pada partai puncak di Terpadu Stadium, Pontianak, Minggu (30/8/2026), Kim takluk lewat permainan dua match langsung dengan skor mencolok 5-21 dan 6-21 dalam tempo 32 menit.

Kekalahan telak yang dialami Kim tak lepas dari penurunan kondisi fisik yang drastis sejak awal laga. Menghadapi gempuran permainan Tanvi, Kim gagal mengimbangi pergerakan lawan dan kerap melakukan kesalahan yang merugikan dirinya sendiri.

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Kim secara terbuka mengakui kelelahan fisik menjadi faktor utama yang merusak konsentrasi dan akurasi permainannya di lapangan.

Kim dan Lee Asal Korea Berhasil Juara Utama Ganda Putri POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Baca Juga

Kim dan Lee Asal Korea Berhasil Juara Utama Ganda Putri POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

“Hari ini saya melakukan cukup banyak kesalahan. Dan dari segi kecepatan, menurut saya tidak sebaik pertandingan kemarin. Secara fisik juga terasa agak berat, dan karena secara fisik kelelahan, sepertinya itu yang membuat saya banyak melakukan kesalahan,” ujar Kim membedah performanya.

Ketidakmampuan menjaga ketahanan fisik tersebut berdampak langsung pada kegagalan strategi Kim dalam meladeni permainan panjang. Ia tidak mampu mengeksekusi reli-reli krusial yang seharusnya menjadi kunci untuk membongkar pertahanan lawan.

“Karena banyak kesalahan yang terjadi, seharusnya saya bisa menahan rally lebih lama, tapi sepertinya hal itu tidak berjalan dengan baik hari ini,” aku Kim mendiagnosis masalah terbesarnya di laga final.

Kekalahan di laga pamungkas ini menjadi pelajaran berharga bagi tunggal putri Negeri Ginseng tersebut. Menatap rangkaian turnamen mendatang, Kim berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam meningkatkan daya tahan fisik serta meminimalisasi tingkat kesalahan di atas lapangan.

Wahyu-Pulung Sabet Gelar Juara Usai Tumbangkan Yeremia-Patra di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Baca Juga

Wahyu-Pulung Sabet Gelar Juara Usai Tumbangkan Yeremia-Patra di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

“Pertama-tama, menurut saya hal yang paling utama untuk diperbaiki adalah stamina saya. Bersamaan dengan meningkatkan fisik, saya juga harus meningkatkan kecepatan. Saya harus mengurangi kesalahan dan lebih menonjolkan kelebihan yang saya miliki agar bisa memaksimalkannya di lapangan,” pungkas Kim penuh optimisme untuk bangkit kembali.

(Hendrawan)