Pasangan ganda putri Taipei, Tsai Ruo Lin dan Wang Yi Zhen, harus mengubur asa untuk menjuarai ajang POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Berlaga pada partai final di Terpadu Stadium, Pontianak, Minggu (30/8), duet Taiwan tersebut terpaksa mengakui keunggulan mutlak wakil Korea Selatan, Kim Yu Jung dan Lee Yu Lim. Mereka takluk lewat pertarungan dua match langsung dengan skor telak 5-21 dan 14-21 hanya dalam tempo 35 menit.
Kekalahan di partai puncak ini tak lepas dari kegagalan Tsai/Wang dalam mengembangkan pola permainan sejak pukulan pertama. Wang Yi Zhen secara terbuka mengakui bahwa mereka kesulitan beradaptasi dan terus berada di bawah tekanan kendali lawan. Upaya untuk bangkit dan mencari celah di pertengahan match sempat dilakukan, namun dominasi pasangan Korea Selatan telanjur tak terbendung.
“Pada awalnya saat mulai bermain, kami mungkin belum terlalu beradaptasi dengan ritme lawan. Kemudian di pertengahan babak, kami mulai menemukan sedikit cara untuk mengatasinya. Namun pada akhirnya, kami kembali dikendalikan oleh mereka, sehingga ritme permainan kami sendiri menjadi sedikit berantakan,” ungkap Wang dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Secara taktis, senjata utama Tsai/Wang yang bertumpu pada kecepatan sukses dinetralisasi oleh kedisiplinan Kim/Lee. Tsai Ruo Lin membedah bahwa ganda putri Korea Selatan tersebut secara cerdik mengunci tempo permainan untuk mengeksploitasi kelemahan tenaga mereka. Alih-alih meladeni permainan cepat, lawan justru memaksa kubu Taiwan masuk ke dalam ritme lambat yang menguras kesabaran dan membuka ruang kosong di area pertahanan.
