Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Komoditas

Rebound Usai Melemah, Harga Emas Antam Naik ke Level Rp2.572.000 per Gram

Memei
Memei
Jumat, 9 Oktober 2026 · 09:452 menit baca
Rebound Usai Melemah, Harga Emas Antam Naik ke Level Rp2.572.000 per Gram
Harga emas Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Jumat, (9/10/2026); buyback naik ke Rp2.376.000 per gram dengan spread Rp196.000. (Dok. Rumahzeazeva/ via Threads)

Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berbalik menguat sebesar Rp7.000 per gram dan menempati level Rp2.572.000 per gram pada perdagangan akhir pekan, Jumat, (9/10/2026). Kenaikan tersebut terjadi setelah pada hari sebelumnya harga komoditas logam mulia ini sempat mengalami penurunan tajam ke angka Rp2.565.000 per gram. Penguatan harga jual tersebut turut diiringi oleh peningkatan pada nilai pembelian kembali (buyback) oleh unit bisnis pengolahan Logam Mulia.

Kenaikan nilai beli kembali dari konsumen dirinci dalam pembaruan pasar resminya. Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia naik Rp 10.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.366.000 per gram menjadi Rp 2.376.000 per gram. Pergerakan kedua variabel harga tersebut menyebabkan selisih jual dan beli kembali (spread) bertengger di angka Rp196.000 per gram.

Besaran rentang selisih harga tersebut menjadi faktor kalkulasi penting bagi pelaku pasar dalam mengukur potensi imbal hasil investasi logam mulia fisik. Karakteristik kepemilikan emas batangan dipaparkan dalam penjelasan teknisnya.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Harga Emas Antam Merosot Rp25.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi
Baca Juga

Harga Emas Antam Merosot Rp25.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi

Berdasarkan simulasi data historis, kepemilikan emas dalam rentang waktu di bawah satu tahun masih mencatatkan posisi koreksi nilai, seperti pembelian pada 2 Oktober 2026 di harga Rp2.576.000 per gram (-7,76 persen), 9 September 2026 di level Rp2.610.000 per gram (-8,97 persen), 9 Juli 2026 di posisi Rp2.633.000 per gram (-9,76 persen), 9 April 2026 pada harga Rp2.850.000 per gram (-16,63 persen), dan 9 Januari 2026 di nilai Rp2.577.000 per gram (-7,80 persen).

Keuntungan tercatat bagi investor yang menahan aset di atas satu tahun, dengan posisi beli pada 9 Oktober 2025 seharga Rp2.303.000 per gram yang telah membukukan imbal hasil 3,17 persen, 9 Juli 2025 di Rp1.894.000 per gram (untung 25,45 persen), 9 April 2025 di Rp1.812.000 per gram (untung 31,13 persen), hingga 9 Januari 2025 di Rp1.546.000 per gram yang mencatat kenaikan keuntungan hingga 53,69 persen.

(Memei)